Review KLX 150s, its oke but…

riding position klx vixion

Saya memang belum menjajal light trail anyar Kawasaki ini. Soalnya, saat peluncuran Sabtu (16/5) pekan lalu, saya datang malam hari. Jatah test ride sudah lewat berjam-jam lalu. Namun melihat beberapa KLX 150S terparkir rapi di area test ride, saya langsung jajal numpak dan foto-foto. Di keremangan malam itu, hasrat saya untuk kembali memiliki sebuah motor trail meluap. Dulu saya saban hari kuliah menggunakan Yamaha DT 100 buatan 1979. Kini Kawasaki menawarkan kerinduan saya akan motor dua alam yang lebih modern.

Namun, malam itu saya mencatat beberapa poin penting yang sepertinya bakal memupus cinta lama akan trail jalan raya yang dipasarkan on the road Jakarta Rp 21,7 juta ini.

ban 16 inci

Pertama, lingkar roda depan dan belakang terlalu kecil – motor terlihat “mini” – dibanding tinggi badan saya yang 171 cm. Roda depan 19 inci, belakang 16 inci, terlihat terlalu pendek untuk motor trail. Kaki memang menapak sempurna di aspal, bahkan lutut sedikit tertekuk. Sebenarnya posisi ini aman bagi rider, karena kedua kaki sempurna menjejak tanah.
las kurang rapi (3)

Kalau untuk boncengan sepertinya wagu ya?

Kedua, terkait diameter ban belakang yang 16 inci itu, rasanya agak sulit untuk mengganti ke ukuran lebih besar (18 inci belakang dan 21 inci depan – seperti Suzuki TS 125). Sebab jarak antara ban dan swing arm sudah mepet. Saya tidak tahu apakah swing arm itu bisa juga diaplikasi pelek lebar 3,5 inci untuk ban aspal tapak lebar (supermoto style).

ban 16 inci (1)

Ketiga, panel indikator spidometer terlalu simple. Bahkan saking sederhananya, indikator bahan bakar tidak ada. Ini akan merepotkan sang rider. Apalagi kapasitas tangki KLX 150S hanya cukup untuk 5 liter bensin. Pengendara harus sering mengintip tangki untuk memastikan kondisi bensin. Solusi soal ini mungkin memasang fuel meter after market. Bisakah?

panel indikator minim

Keempat, las bodi kok terlihat kurang rapi. Terutama rangka depan tempat klakson dan braket cover tangki.

las kurang rapi (1)

las kurang rapi

Kelima, spion jadul amat. Kaya kue apem. Ataukah itu spion model raket tenis? Mungkin jika disubtitusi menggunakan spion produk AHM yang serba runcing itu akan lebih trendy.

spion raket

Bagaimana pendapat Anda?
Sumbr:

http://alonrider.wordpress.com/2009/05/18/klx-150s-its-ok-but/

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s