Keliling Indonesia pake honda tiger

Memang gila orang ini 5 tahun keliling indonesia. Artikel ini di ambil dari kaltimpos.

DEMI KEPUASAN: Tampil seperti gembel, tinggalkan keluarga dan pekerjaan rela dilakoni Luki demi touring keliling Indonesia.(beny/kp)

Syarifuddin Lukita benar-benar “nekat”. Di saat orang-orang sibuk membutuhkan pekerjaan, ia malah meninggalkan pekerjaannya. Alasannya cukup simpel. Ia ingin touring keliling Indonesia menggunakan sepeda motor.

BADANNYA tinggi. Rambutnya gondrong keriting terkuncir. Gelang tangan tersusun banyak di pergelangan tangan kanannya. Inilah ciri khas Syarifuddin Lukita. Pemuda asal Pekanbaru, Riau ini, memang berjiwa bikers sejati.

Yang tak kalah uniknya adalah penampilan motor Honda Tiger yang dikendarai. Sekilas, tampak seperti “motor gembel”. Seluruh body-nya dipenuhi “sampah”. Bahkan tertumpuk seakan tiada tempat lagi. Namun baginya, itu adalah pernak-pernik yang sangat berharga.

Hobi touring rupanya sudah mendarah daging pada Luki, sapaan akrab Syarifuddin Lukita.  Ia bahkan rela mengundurkan diri dari tempat bekerja demi touring keliling Indonesia. “Bukan karena alasan apa-apa. Saya memang hobi touring. Ini tekad dan inisiatif saya sendiri,” kata Luki, kemarin.

Berbagai pulau sudah ia datangi. Mulai pulau Sumatera, Jawa, Maluku, Papua, Sulawesi hingga Kalimantan. Ia melakukan solo touring menggunakan motor Tiger tahun 2002.

Saat diwawancarai kemarin, Luki, sedang berada di Tenggarong. Sebelumnya ia sudah berada di Balikpapan. Ia sempat mengikuti touring kota di acara Gathering Yuasa dengan komunitas motor di Gedung Biru Kaltim Post Group, hari Minggu (2/8) lalu. “Motor saya mogok. Mungkin malam ini (tadi malam) baru bisa ke Balikpapan,” kata Luki, lewat telepon genggamnya.

Di Pekanbaru, Riau, Luki adalah pemuda biasa. Pria berusia 30 tahun ini tergabung dalam komunitas Pekanbaru Tiger Club (Petic). Ia merupakan mahasiswa perguruan tinggi swasta jurusan Manajemen Informasi dan bekerja sebagai karyawan di perusahaan Migas ternama. Namun, hobi mengalahkan semua kesibukannya. Bahkan penghasilannya yang terbilang lumayan.

Tahun 2007, ia memutuskan meninggalkan kuliah dan pekerjaan demi touring ini. Melakukan touring ini, diakui Luki, merupakan rencana secara spontanitas. Ini adalah kelanjutan dari hobi-hobinya di komunitas Petic.

Karena keseringan touring ini, rupanya membawa efek kurang nyaman di tempat ia bekerja. Ia mengaku kerap ditegur pimpinan karena keseringan izin bekerja. “Saya sampai pernah tiga kali dipecat. Prinsip saya, kalau mau touring ya selesaikan dulu touringnya. Kalau mau kuliah dan kerja ya kerja terus. Tanpa touring lagi,” sambung Luki.

Ia menceritakan pengalaman touringnya. Setidaknya ada empatratus kabupaten dan kota yang pernah ia singgahi. Perjuangan Luki mengelilingi Indonesia dimulai tahun 2007 lalu. Tepatnya tanggal 13 Juni. Start dari Pekanbaru, Riau, ia menuju ke kota Sabang, kota paling ujung di pulau Sumatera. “Saya pilih Sabang karena hitungan 0 Km-nya Indonesia di Sabang,” kata pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan ini.

Usai mengelilingi Sumatera, perjalanan Luki berlanjut ke pulau Jawa, Maluku, Papua dan Sulawesi. Namun Luki enggan menyebutkan berapa biaya yang telah ia keluarkan. “Tak perlulah nominalnya. Yang jelas uang saku awalnya enggak lebih dari dua juta,” ujarnya.

Suka dan duka Solo Touring sudah banyak dialami pria berusia 30 tahun ini. Paling terasa ketika di Papua. Ia sempat terjebak di tengah konflik suku. Waktu itu, ia baru tiba di Papua. Ketika menyusuri salah satu ruas jalan, tiba-tiba dua kelompok saling serang sambil membawa parang, panah dan tombak. “Saya langsung tancap gas menyelamatkan diri. Masuk ke gang-gang kecil. Saya dan masyarakat di sana sempat tidak keluar rumah beberapa hari,” cerita pria yang berstatus lajang ini.

Ia juga pernah diganggu orang-orang mabuk. “Ya disikapi cuek saja. Tak perlu dihiraukan,” katanya.

Bahkan ia mengaku kerap disangka orang kurang waras. Dari tampilan, ia akui memang nyeleneh. Motornya saja tak karuan bentuknya. Berbagai barang bekas bertengger di badan motor. Jumlahnya ratusan. Seperti koteka, hiasan tradisional, kompor, botol air mineral, ban bekas, tali, Id Card, topi, dan lainnya. Semua ini kenang-kenangan pemberian di beberapa daerah.

Meski bukan penulis, namun ia berniat menceritakan pengalamannya selama mengelilingi Indonesia dalam sebuah buku. Ia akan meminta bantuan teman di Riau untuk merealisasikan rencana ini. “Pada intinya, semua warga Indonesia itu ramah-ramah dan cinta damai. Saya ingin menghilangkan kesan ngeri di beberapa wilayah di Indonesia. Indonesia itu kaya akan kebudayaan. Bangkitkan semangat nasionalisme,” katanya.

1 Comment

  1. kapan keliling indonesia lagi ? aku mau deh nemenin, skalian aku jg pgn keliling indonesia pake motor..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s