Keliling 8 Kepulauan di Indonesia dengan Motor Besar

Bosan bepergian dengan pesawat terbang, tiga rider IMBI Sumut dibantu sejumlah staf merencanakan tur keliling Indonesia menggunakan 3 motor besar. Bagaimana persiapannya?

INDRA JULI-Medan

Indonesia memiliki beragam kekayaan yang tak ternilai baik dari sisi budaya maupun sosial masyarakatnya. Sayang hal itu kurang mendapat perhatian pihak yang berkompeten untuk dikembangkan menjadi sebuah kebanggaan.
Beranjak dari hal itu, beberapa anggota Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar kegiatan yang diberi judul Keliling Indoensia dengan Motor Besar. Rencananya kegiatan yang dimulai 9 April hingga 8 Juni 2011 ini akan melalui delapan kepulauan dengan jarak tempuh 12.000 Kilometer selama 60 hari.

Adapun rute yang akan dilalui dimulai dari Medan (start), Pekan Baru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Madura, Banyuwangi, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Makasar, Toraja, Palu, Gorontalo, Manado, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak, Jakarta, Bandar Lampung, Bengkulu, Padang, Sidikalangan, Takengon, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan kembali ke Medan.

Ditemui di Repvblik Kopi di Jalan Setia Budi No 84A Medan, rombongan yang terdiri dari tiga rider (Salimin Djohan Wang, Basri CH, dan Mito yang merangkap Mekanik), lima estafet rider (Rijanto, Fransciscus, Johannes, Herwanto Tris, dan Rudi Daslim), Benny Arwana sebagai Produser Film. Perjalanan panjang itu akan dilakoni dengan tiga motor besar jenis Enduro dengan kapasitas mesin 750 CC didampingi satu unit mobil SUV 4×4.

“Ya seperti sebelum-sebelumnya, ide ini spontanitas dari teman-teman yang suka melakukan perjalanan dengan motor besar. Ada kesan berbeda dibanding bepergian dengan menggunakan pesawat, atau mobil,” ucap rider Salimin Djohan Wang.

Namun mengingat perjalanan yang ditempuh kali ini cukup panjang, rombongan pun mengaku menggelar persiapan jauh-jauh hari. Seperti menggelar persiapan fisik untuk memastikan stamina peserta kegiatan tetap fit. Begitu juga dengan persiapan suku cadang kendaraan yang sengaja didatangkan dari Singapura. Hal itu dilakukan agar perjalanan berlangsung lancar sehingga misi dan tujuan dari kegiatan dapat tercapai.

Ya, seperti yang disampaikan Djohan, perjalanan kali ini tidak hanya sekadar penyaluran hobi melakukan perjalanan dengan motor besar dari para peserta. Tapi lebih dari itu juga mengusung program IMBI Sumut pimpinan H Musa Rajecksah di bidang pariwisata dan sosial. Dengan demikian keberadaan IMBI dapat ikut dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya sosialisasi keselamatan berkendaraan (safety riding) dengan mengutamakan keamanan berkedara. Seluruh rombongan akan menggunakan perlengkapan keamanan seperti helm, jaket pelindung, dan mentaati peraturan lalu-lintas dan marka jalan.

Seperti yang disampaikan Basri CH penyelenggaraan event ini akan dirangkai dengan beberapa kegiatan bakti sosial. Untuk kegiatan ini rombongan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yang akan menentukan bentuk kegiatan yang akan digelar. Salah satunya operasi katarak gratis kepada masyarakat atau bisa juga dalam bentuk penyerahan bantuan kepada masyarakat. Untuk itu rombongan membuka pintu bagi masyarakat yang ingin berperan dengan memberi sumbangan kepada PMI Indonesia.

“Ya, selain menyalurkan hobi, inti kegiatan ini kita juga ingin berbagi kasih dengan masyarakat yang kita lalui sepanjang perjalanan. Dengan demikian kita mencoba menghapus batas yang ada antara masyarakat dengan insan otomotif itu sendiri,” ucap Basri.

Selain bakti sosial tadi, bekerjasama dengan instansi dinas pariwisata Indonesia, rombongan juga mengusung program yang diharapkan dapat menunjang dunia kepariwisataan nasional. Hal itu akan diwujudkan dengan mengeksplorasi kekayaan daerah wisata di tiap daerah yang dilalui dalam sebuah dokumentasi.
Sejalan dengan itu perjalanan nantinya akan didokumentasikan dalam bentuk film dokumenter yang diperankan masing-masing peserta tanpa scenario (real life). Bahkan untuk sebahagian perjalanan rombongan sengaja memilih tidak tidur di hotel melainkan menginap di rumah masyarakat.

“Dengan begitu kita dapat mengangkat cerita rakyat yang ada di tengah-tengah masyarakat beserta keunikannya. Seperti bagaimana kehidupan masyarakat di Pulau Komodo atau pun masyarakat Mentawai yang menjadikan sagu sebagai makanan pokok. Ini hal-hal yang tentunya menambah petualangan selama perjalanan dan dengan publikasi yang nantinya akan kita lakukan baik di media cetak maupun internet dapat menunjang dunia pariwisata Indonesia,” jelas Benny Arwana.

Sebelumnya rombongan juga sudah menggelar beberapa perjalanan. Dimulai 2006 dengan rute yang tidak hanya nasional juga Asia Tenggara. Beberapa negara yang sudah dilalui antara lain Malaysia (Johor Baru-Malaka-Trengganu-Kelantan-Kedah-Perlin-Penang-Ipoh-Kuala Lumpur sejauh 2.900 Kilometer) 2007 lalu. Berlanjut di 2008 dengan rute Kuala Lumpur-Perlis-Chompon-Phuket-Hat Yai-Songkla-Danok-Kuala Lumpur sejauh 2.400 Kilometer. Di 2010 lalu rombongan juga menggelar perjalanan dengan rute North Thailand (Chiang mai-Mae Hong Son-Chiang Rai-Golden Triangle-Myanmar Border-Chiang Mai sejauh 1.400 Kilometer. Perjalanan kali ini pun akan menjadi yang pertama dilakukan secara team dan akan dicatatkan di rekor MURI. (*)

Sumber:

http://www.hariansumutpos.com/2011/02/318/gabungkan-wisata-amal-dan-kampanye-berlalulintas.htm

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s