Serpong Jogja on KLX 150

Pagi jam 5 berangkat habis saur dan solat subuh. Masih gelap dan dingin namun jalan mulai rame. Pas berangkat belum sampe 15 min ke serempet motor yang berada di jalan yang salah. Tanganku kena agak memar namun tetap tak lanjutin perjalanan. sarung tangan tak lepas ternyata kulitnya sedikit terkelupas dan jarinya mulai bengkak.

Berhenti di pom bensi di cipanas hampir perbatasan dengan cianjur kerena kebelet. Masih pagi mata hari sudah keluar, anak anak pada berangkat sekolah dan Ibu ibu pada nyapu nyapu depan rumah.

Tak cek kondisi motor ternyata sandaran kaki bengkok habis benturan dengan motor tadi pagi dan ada goresan di mesin motor. Masih bisa untuk meneruskan perjalanan.

Langsung menuju bandung, matahari sudah semakin hanget dan jalan padat, semakin banyak mobil, motor angkot dan truk. Di jalan sukarno hatta banyak razia polisi sepanjang jalan hampir setiap kali habis ada lampu merah.

Menuju ke arah tasik dan garut ada 3 truk biru yang dikawal dengan mobil sirene melaju dengan kencang. Langsung saja membuntuti semua kendaran di paksa berhenti atau menepi. Rata rata kecepatan 60km padahal jalannya belak belok naik turun dan padat banyak kendaraan. Lewat ngagrek mulus tanpa ada hambatan berkat mobil sirene.

Pas tiba di tasik isi bensin pukul jam 11.30. Istirahat sebentar lalu meluncur lagi ke banjar untuk istirahat dan solat. Kalau siang mulai ngantuk karena silau matahari dan angin sepoi sepoi.

Jam 1 sampe di banjar cari musola untuk solat dhuzur dan tiduran dulu sebelum berangkat lagi jam 2. Solatnya di gabung 2 rokaat untuk dzudur dan 2 rokaat untuk asyar agar tidak perlu sering berhenti dijalan karena perjalanan masih jauh dan harus tetap menjaga puasanya. 1 jam cukup untuk istirahat agar pantat tidak gempor. Motor klx joknya tipis.

Memasuki ke dareah jawa tengah mulai bisa ngebut walaupun jalannya bergelombang karena di tambal sulam. Jalanannya lebih datar dan lebar, mobilpun lebih sedikit jumlahnya. Rata rata kecepatan 80 km/ jam. Tahu tahu sudah sampe kebumen dan bensin sudah mulai habis maka harus ganti ke bensin cadangan.

Hari semakin sore dan matahari sepertinya mau tenggelam. Namun kebumen masih jauh dari jogja. Maka melanjutkan perjalanan. Magrib tiba dan harus cari tempat untuk buka puasa maka berhenti di pom bensin di daerah purworejo. Buka dengan minum air putih dan nasi teri yang sudah di siapkan oleh istri sebagai bekal untuk perjalanan.

Jalan mulai gelap dan udara mulai dingin. Melewati perbatasan dan terus melaju lewat kulonprogo menuju sleman. Selama perjalanan pulang orang berbondong bondong menuju mesjid untuk solat isya dan taraweh berjamaah.

Sampe rumah jam 800 malam. Tubuh pegal pegal mulai dari jari di tangan kiri yang bengkak, punggung yang sakit dan pantat yang tepos.

Waktu untuk makan dan minum lagi untuk penambahan gizi, solat taraweh, istirahat dan tidur.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s