Tanah Sulawesi

Sulawesi

Baru pernah ke sulawesi selatan di makasar tapi belum ke mana mana hanya dari makasar ke sidrap naik mobil. Waktu itu berangkat dari Jakarta naik Pesawat.

Rencana mulai dari Makasar – Palu – Gorontalo – Manado (target ke Miangas ) Baliknya belum ada rencana bagaimana atau melanjutkan menyeberang ke Maluku dan Ambon.

Pada bulan juni club harley davidson melakukan touring dari Manado melewati jalur Trans Sulawesi finish di Makassar. Kono kabarnya tahun depan sebaliknya.

Starting mulai dari makasar melalui jalur darat melalui trans sulawesi sebagaimana club harley davidson. Namun seperti hanya akan mengikuti bis aja agar tidak kesesat di jalan.

Habis membaca referensi ada seorang backpaker yang pernah melakukan tur sulawesi dari makasar ke manado naik kapal. Ini mungkin akan menjadi pilihan terbaik untuk perjalanan balik ke makasar. Dari makasar ke pelabuhan bitung naik kapal sinabung.

Tiket kapal Sinabung (Makassar-Bitung) Rp. 444.000,- (sudah termasuk asuransi Rp. 5000,-

Perjalanan dari sekitar 3- 4 hari dalam kapal dengan beberapa pemberhentian.

Pemberhentian pertama adalah bau bau dan butuh 12 jam perlayaran menuju sana. 1 jam untuk bongkar muat barang dan penumpang saat bersandar di pelabuhan.

Kedua berhenti di pelabuhan banggai dari bau bau butuh 13 jam perjalanan. Seperti biasa bersandar satu jam di pelabuhan.

Berikutnya menuju bitung di sulawesi utara. Bitung juga menjadi tempat transit mau ke ternate.

3 hari di kapal cukup untuk istirahat habis perjalanan panjang makasar manado dengan motor.

Packpaker tersebut terus melanjutkan perjalanan dengan mengunakan bis jurusan manado makasar.

Berangkat dari makasar jam 11pagi dan sampe di gorontalo jam 8 malam.

Jam 9 pagi sampe di teluk tomini di sulawesi tengah.

Habis itu menuju tobuli untuk berhenti istirahat dan menlanjutkan kembali ke poso. Jam 6 sore sampe poso.

Menjelang subuh sampai di Sul sel. Lalu melewati jalan poros luwuk – palopo.

Makan siang di wajo dan melanjutkan perjalanan ke sidrap lalu pare pare dan jam 11 malam sampe kota makasar.

Perjalanan di atas yang dilalui oleh segorolangit baik mulai dengan kapal dan di ikuti oleh bis akan menjadi dasar untuk melankutkan touring sepeda motor di makasar.

Ada yang touring secara rombongan yang merupakan catatan dari salah satu blog indonesian riders. Mereka melakukan perjalanan dari makasar manado dan balik lagi ke makasar.

Lebih lengkap catatan perjalanan menggunakan motor. Untuk lebih lanjut mohon ke website ini. http://indobikerslosangeles.blogspot.com/

Rombongan berangkat dari Surabaya – Makassar 5-7 July 2008 butuh dua malam dalam kapal.
Berangkat dari kepelabuan Tj Perak dengan kapal Ferry Kirana III,

Setelah selamat merapat di Pelabuhan Soekarno –Hatta Makassar pada hari Senin pagi 7 July Pk 09.00,

Perjalan di sulawesi mulai dari tanggal 11 di makasar dan sampe di manado tanggal 17 an balik lagi ke makasar tanggal 24.

Butuh satu minggu dari makasar manado naik motor.

Makassar – Rantepao ( 450 Km )Jumat, 11 July. Pk 08.30 WITA
Start pukul 8.30 dari makassar 2 jam pertama tidak mengalami hambatan berarti dikarenakan jalan cenderung bagus dan mulus atau datar datar aja,
Tiba pare-pare dan ATM terdekat adalah di kota Sidrap yang berjarak 7 km. mau tidak mau kami betot gas ke arah kota Sidrap.
Ternyata disana hanya ada 2 Anjungan Tunai Mandiri yaitu Bank Danamon dan BRI, kami gas kembali ke pertigaan dimana kami telah mengisi bensi dan langsung belok kanan menuju Rantepao

Nah balik menuju Enrekang, terdengar adzan maghrib

memasuki wilayah Cakke yaitu berupa pegunungan,

Di pegunungan wilayah Cakke, waktu menunjukkan Pk 19.00

Kami melewati 2 kota lagi yaitu Kalosi dan Mebali, kira-kira pukul 23.30 kami memasuki kota Makele. Sepi sekali kota ini diwaktu malam, banyak rumah yang tidak menyalakan lampu

Pk 24.00 lebih dikit kami sampai di Rantepao yang berjarak 30 Km dari Makele, Rantepao berada di 1500 meter diatas permukaan laut, jadi mayan dingin. Kami sampai di wisma penginapan,

Sabtu pagi ada aktivitas pariwisata kumpyul di objek wisata Ketekessu
Makan seafood

Minggu, 13 July Rantepao, Palopo, Tentena ( 500 km )

Pk.07.00 berjalan santai menuju pegunungan Rantepang dimana ketinggiannya mencapai 2000 dpl, dengan perlahan kami menyusuri jalan berliku serta naik turun,

Tidak terasa sudah 1 jam perjalanan menyusuri pegunungan rantepang, akhirnya kami berhenti di warung makan. Kami pun meneruskan perjalanan, kali ini tidak ada tanjakan tapi terus turunan dan turunan menuju kota Palopo dimana kami tiba Pk 12.00.

Setelah mengisi bensin di Palopo, kami pun betot gas menuju Batusitanduk, Masamba, Bonebone, Wotu, Malehu kemudian masuk ke pegunungan Mangkutana yang masih rangkaian dari pegunungan Fennema dan kemudian keluar di perbatasn Sulsel – Sulteng yaitu Korolemo yang total berjarak 350 Km atau 3- 4 jam dengan kendaraan roda dua.

Memasuki pegunungan Mangkutana, medannya betulbetul edan, kirakira pas tengah puncaknya, kami berdua diserbu oleh kabut tebal, yang jarak pandangnya hanya 2 meter, yang tadinya kami berjalan berurutan pada jalur kiri, mengingat kabut tebal maka kami secara otomatis berjalan beriringan dengan posisi ditengah jalan ( sebenernya serem aja, ga ada yang mau di belakang ).
Kondisi jalanan selain berkabut juga berlumut, padahal waktu masih menunjukkan pukul 14.00 tapi matahari males banget untuk muncul.

kami mengendarai motor dengan perlahan karena bisa tiba-tiba didepan tikungan patah ke kiri atau kekanan atau bahkan berbentuk letter U yang disusul turunan curam atau tanjakan terjal.

Selain itu lebar jalan di pegunungan Mangkutana ini hanya selebar 2 buah metromini mepet, dikiri kami jurang menganga dan sebelah kanan tebing yang bisa longsor kapan saja.

Satu jam berikutnya kami merasa bahwa kabut mulai berkurang dan jalanan mulai tampak lebih jelas, semakin waktu berlalu maka jalanan nampak menurun terus walau masih berkelok kelok dengan tajam kekiri atau kekanan.

Tidak lupa kami mampir di air terjun Mangkutana yang posisinya pas sebelah kanan jalan, jadi bisa berenti di sepanjang jembatan yang panjangnya 50 meter, berenti dan menikmati derasnya air terjun ini.

Akhirnya didepan kami jalan menurun lurus, dan ada sebuah pos penjagaan polisi, seperti cek point,

Kami berhenti disebuah warung tepat Pk 15.30, untuk minum air mineral, meroksi dan mengisi bensin

Pk 17.15, kami bergegas menuju Pendolo dan Taripa kemudian Tentena. Antara pendolo dengan taripa kami kembali melewati pegunungan, hamper 1 jam kami berjalan.
Kemudian sebelum tentena kami kembali melewati pegunungan Pompangeo kurang lebih 1 jam perjalanan hingga akhirnya kami tiba di kota Tentena Pk 20.30. hotel intim, Tentena berudara sejuk dengan ketinggian 1000 dpl,

Pagi hari Pk 06.00 gw bangun dan membuka pintu kamar hotel, ternyata ……………..didepan kamar kami langsung berhadapan dengan danau poso,

Senin 14 julyTentena, Poso, Parigi, Tinombo ( 450 Km )

Pk 08.00, kami betot gas menuju ke Poso yang berjarak 1 jam perjalanan dari Tentena, pom bensin Tentena kehabisan stok bahan bakar, maka kami pun membeli bahan bakar dari eceran penduduk disepanjang jalan

Sebelum memasuki kota Poso, kami harus kembali lagi melewati pegunungan yang masih rangkaian pegunungan Pompange, kami mulai melewati perkebunan coklat dan kopi sepanjang perjalanan ini, mulai masuk kota Poso kami berhenti di sebuah pom bensin yang sudah mulai ramai oleh masyarakat yang mengantri dari pagi untuk mengisi dengan jerigen puluhan liter.

Setelah semua motor diisi bensin kami segera betot gas menuju Parigi,

.waktu menunjukkan pk 10.00
Selepas Poso, mulai tampak disebelah kanan kami, hamparan laut dari teluk Tomini, jarak antara jalan raya trans Sulawesi dengan teluk Tomini tidak lebih dari 2 meter, laut tampak biru muda dengan dihiasi oleh ombak-ombak kecil sekali,

Walau sudah mengarungi jalan datar, tapi lebar jalan trans Sulawesi ini tetap selebar 2 buah metromini mepet bor.
Perjalanan melewati kota Kasiguncu, Tiwaa, Pabengko, Sausu, Torue, Ribamba dan akhirnya masuk Parigi pada pukul 12.30

Sebelum memasuki kota Parigi kami menemui banyak sekali kota kecil yang rumah penduduknya beradat Bali, karena memang pada tahun 70-an banyak transmigran dari pulau Bali yang ke Sulawesi Tengah.

Memasuki gerbang kota parigi kami mengisi bensin,
Makan seafood di kota.

kami segera betot gas kearah kota Marisa.

Selama perjalanan dilalui dengan lancar, tapi menjelang maghrib memutuskan untuk bermalam di Tinombo, untungnya lagi kami mendapatkan 1 wisma penginapan yang sangat sangat sederhana sekali.

Kota Tinombo yang berada dipinggir teluk Tomini,

harga semalam di penginapan ini sebesar Rp 45.000 /kamar,

Selasa, 15 july 2008Tinombo – Gorontalo

pukul 08.00 menuju tempat/ bengkel las ada di kota selanjutnya sekitar 7 kilometer yaitu di kota Palasa ( arah gorontalo ).

dgn perlahan menjalankan motornya menuju Palasa, berjalan perlahan menuju Gorontalo secara perlahan..jalanan mayan masih bagus hingga kota Marisa.

Mulai Marisa hingga arah Gorontalo, kondisi jalan sudah lebih muyuusss.kami memutuskan untuk berhenti di warung indomie deh

kurang lebih perjalanan yang kita tempuh 4 jam dari marisa hingga Gorontalo. jadi kita sampai Pk. 23.00.

Rabu 16 July 2008
Gorontalo – Manado

Mulai dari Gorontalo ke Manado disebut super highway karena jalannya semakin mendekati wilayah sulawesi utara Manado..semakin muyuusss..tapi waktu melewati wilayah Gorontalo Utara hingga Boolang Mongondow, kita akan disuguhi pemandangan indah luar biasa karena menyusuri teluk teluk sepanjang utara pulau sulawesi ini dari ketinggian 500 meter

estimasi perjalanan dari Gorontalo hingga Manado akan ditempuh kira- kira 14 jam, sudah dihitung berenti makan, ngopi, beol dsb dll.

dalam perjalanan ini kita terhitung santai, walau jalanan bagus dan lowong ( bisa betot gas ampe 100 – 140 Km/jam ) tapi gw pengen nikmatin perjalanan dan liat-liat pemandangan.
sekali kali iseng betot gas untuk ngimbangin motor laen yang 1100 CC..heheh..baru puas dengan performa Scorpio gw di trans sulawesi ini..

19.30 kita berenti ngisi bensin sekalian benerin lampu motor gw kira-kira 40 menitan, dan kita lanjutin lagi arah inoboonto dengan waktu telah menunjukkan Pk 20.30.

karena rute inoboonto ke manado ( 3 Jam ) akan melewati jalur sepi bengkel dan penduduk.

Begitu kelar dengan hajat motor, kami betot lagi gas ke arah Manado Pk 21.15, jalanan semakin gelap gulita dan hawa dingin mulai menyergap, tapi dengan tekad membara mengingat Manado di depan mata, kami tetap konsist dengan kecepatan 100km/jam.

kira-kira 1jam sebelum Manado, kami berhenti di Pom Bensin
.
Tepat pk. 24.00 kami melewati plang penunjuk jalan yang menuliskan kota manado

Manado 17 – 20 July 2008

.hal pertama yang dilakukan tidur pules dulu, baru jalan-jalan, cuci motor ( debu dan lumpur 4 propinsi + 2500 Km),

Minggu, 20 JulyManado, Inobonto, Bolangmongondow

pk 03.00 kami dibangunkan recepcionis hotel, dan kami segerabersiap-siap, setelah minum teh sebentar, tepat Pukul 04.00 kamiberjalan perlahan menyusuri jalan protokol kota manado menuju luar kota.kami boolang mongondow, kira -kira pukul 06.30 kami berenti untuk minum kopi

Senin, 21 JulyBolangmongondow , Gorontalo Utara, Marisa, Tinombo, Tinobulu
wah capek deh jalur ini ( ntar dulu ye )

Selasa, 22 JulyTinobulu, Parigi, Poso, Tentena
wah ini lebih capek lagi ( sabar ye )

Rabu, 23 July
Tentena, Palopo, Siwa, Anabanua, Tanruteddong, Sindenreng

Kamis, 24 July
Sindenreng , Pare-pare, Barru, Makassar

tahun depan mks-manado -mks jilid II, tapi pengennya ditiap kota berenti 2 harian,

Catatan keuangan :

Total Kilometer ( Plus Jalan-jalan dalam kota : 5500 KmTotal Biaya bensin dan oli ( mks –mnd – mks ), Norton : Rp 1,5 jt, Scorpio : Rp 800,000.-Biaya penyebrangan sby – mks – sby ( 2 orang /kls II ) : Rp 1,500,000.-Biaya konsumsi dan akomodasi ( 2 orang ) : Rp 500,000.-

Total :

diluar perkiraan adalah bensin mahal, karena di wilayah sultengah, bensin berkisaran Rp 6,000- Rp 10,000.-, bahkan bisa hingga Rp 12,000,- alhamdulilahnya kami paling banter kena di harga Rp 9,000.- /liter.

Mulai Mangkutana – Marisa ( 1500 Km ) wilayah seret bahan bakar, walau di tentena, poso, moutong ada pom bensin tapi seringkali suplainya seret ( kecuali di parigi suplai dari Palu dan Marisa suplai dari gorontalo )

Kesimpulan perencanaan

Motor semarang ke surabaya 1 hari

Dari jawa berangkat naik kapal dari surabaya menuju makasar dan butuh waktu 2 hari perlayaran.

Di sulawesi makasar berangkat menuju manado butuh waktu 6 hari.

Balik dari manado ke makasar naik kapal dan itu butuh 3 hari.

Balik ke makasar surabaya naik kapal 2 hari

Balik surabaya semarang 1 hari

Adventure sulawesi planned🙂

2 Comments

  1. Edan…cm baca aja badan dah pegel2 duluan..gmn kalo dicobain pake revo haha. Mantap abis…tp sayang ga ada foto2nya

  2. ini baru perencanaan atau sudah dilakukan mas? aku juga pernah dari palu sampai manado total perjalanan 27 jam dan palu makassar via poso 30 jam.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s