Safarudin Lucky, Keliling Indonesia dengan Motor

Safarudin Lucky, 31, mendatangi kediaman Ilyas Sabli, Minggu (1/5), kemarin. Meski terlihat lusuh dan kumal, namun pria asal Pekanbaru ini, disambut hangat tuan rumah yang sebentar lagi dilantik sebagai Bupati Natuna.


Di halaman parkir rumah Ilyas Sabli, tersandar motor yang dijejali tumpukan cinderamata hasil pemberian masyarakat di seluruh Indonesia. Maklum, Safarudin Lucky merupakan penjelajah nusantara hanya dengan bermotor. Natuna adalah kabupaten ke-427 yang dia singgahi. Untuk ukuran Provinsi Kepri, Natuna adalah yang pertama.

Lucky berencana mendaftarkan perjalannya ke Museum Rekor Indonesia (MURI) di Jakarta. Untuk mencapai rekor MURI, Lucky panggilan akrabnya, harus menyelesaikan perjalan ke-100 kota lagi.

”Masih panjang Mas. Ada seratus kota lagi yang harus saya jelajahi. Untuk daerah di Pulau Jawa ada yang sempat terlewatkan. Insya Allah, akhir tahun ini selesai, karena targetnya empat tahun saja,” ujar Lucky.

Lucky memulai perjalanan empat tahun lalu, tepatnya 13 April 2007. Perjalannnya dimulai dari Kota Sabang, Banda Aceh. Banyak suka duka yang dialami Lucky selama menempuh perjalanannya.

Mulai dari harus memakan ular di daerah Poso, Sulawesi. Lalu diusir masyarakat Kalimantan Barat karena waktu itu sedang marak isu pencurian organ tubuh manusia. Pernah pula disandera warga Nusa, Maluku, karena dianggap teroris yang menyamar. Bahkan sampai harus berjalan dan tidur dilumpur selama satu minggu untuk menempuh perjalanan ke Papua.

”Ada beberapa kota yang masyarakatnya mengusir saya, karena saya dianggap orang gila. Tapi malah banyak yang bisa menerima, karena hal yang saya lakukan jarang terjadi. Apalagi setelah dijelaskan saya membawa misi perdamaian,” ujarnya.

Banyaknya cinderamata yang diberikan dari masyrakat dari berbagai daerah yang disinggahi Lucky. Membuat kendaran Honda Tiger yang ia tumpangi terkesan berat dan merepotkan dipandang mata.

”Ini belum seberapa Mas, saya sudah paketin 80 dus cinderamata ke rumah di Pekanbaru,” ujar Lucky yang terlihat lelah.

Usai dari Natuna, Lucky berencana meneruskan perjalanannya ke Anambas dan daerah yang ada di Provinsi Kepri. Perjanan Lucky berawal dari semangat nasionalisme yang ada di benaknya. Dari situ Lucky mendapat inspirasi untuk melakukan perjalanan dengan misi damai Indonesia.

Sementara Ilyas Sabli mengaku kagum dengan misi yang diemban Lucky. Bahkan Ilyas salut dengan fisik Lucky yang bisa menempuh perjalanan panjang.

”Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Tolong ceritakan Natuna yang positif kepada masyarakat luar ya,” ujarnya masih terheran. (aulia rahman

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s