Jalan Siang VS Jalan Malem

Jalan siang apa jalan malem pilihan ini masing-masing ada enak-gak enaknya. Tapi buat pemula saya sarankan jalan siang aja, malem buat istirahat, ini sesuai dengan jam biologis pada tubuh kita yang kodratnya adalah aktif pada siang hari dan istirahat pada malam hari.

Jalan malem :

Jarak pandang terbatas karena gelap. Mata lebih cepat lelah karena melawan kantuk dan bekerja lebih keras, silau lampu dlsbnya.

Lebih sepi karena aktifitas sebagian besar orang sudah tidak lagi diluar rumah (sekolah, kantor, pasar rata-rata ramai pada siang hari). Lebih adem baik buat pengendara maupun buat motor sendiri.

Biasanya saya jalan malem sewaktu pulang itupun biasanya pada etape akhir, alasannya karena pemandangannya sudah pernah liat waktu berangkat, dan biar cepet sampai rumah.

Kalau tidak terpaksa saya tidak mau melakukan jalan malem pada waktu berangkat, karena tidurnya tidak cukup dibayar dengan tidur seharian pada hari berikutnya hehehe.

Jalan malem juga tidak disarankan apabila kita melintas didaerah yang rawan kejahatan.

malam siang untuk wilayah jawa bali dan di luar jawa siang saja mulai dari subuh sampe magrib

Jalan Siang

Jarak pandang luas, bisa menikmati pemandangan dengan jelas.

Jalanan lebih ramai, dan panas. Umumnya lebih aman, kejahatan siang hari lebih sedikit dari malam hari (konon begitu katanya).

Tapi panasnya kadang menyebabkan kita cepat lelah.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s