Pelaksanaan Solo Turing

Pada bagian dua ini saya hanya ingin menyampaikan tips atau saran selama pelaksanaan turing itu sendiri, sama sekali saya tidak ingin mengajarkan bagaimana ketrampilan bermotor (riding skill) yang baik. Soalnya riding skill saya juga pas-pasan aja.

Demikian juga saya tidak ingin bicara mengenai gaya bermotor (riding style) yang bener, karena riding style ini sangat dipengaruhi karakter si rider itu sendiri. Saya sendiri punya karakter slow rider, saya tidak speed maniac makanya kalo turing konvoi pasti saya keteteran di belakang.

slow and steady di dalam kota 60 km per jam kalau di luar kota bisa sampai 80 km per jam pernah nyampe 110 km per jam saat jalan sepi mulus dan lebar namun itu jarang terjadi kecuali pas saat saat subuh di jalan raya

Karena ini hanya kumpulan tips dari pengalaman saya selama melakukan traveling dengan kendaraan baik itu dengan motor ataupun dengan mobil, jadi agak bingung juga untuk mengelompokan topiknya. Akhirnya saya sampai pada format susunan seperti dibawah ini :

a. Prosedur Sebelum Jalan

* Pengecekan Kendaraan
* Do’a
* Warming up Riding

b. Prilaku di Jalan

* Sing Waras Ngalah
*Hargai Pengguna Jalan Lain

c. Serba-serbi tentang Jalan

* Jalan Siang VS Jalan Malem
* Jalan Pegunungan VS Jalan Dataran Rendah
*Lewat By pass VS Lewat tengah Kota
*Jalan Waktu Hujan

d. Tentang Rambu Lalulintas

e. Kerusakan di Jalan

f. Istirahat di Jalan

sumber:

http://imamarkan.multiply.com/journal/item/10

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s