Prosedur Sebelum Jalan

* Pengecekan kendaraan
Pengecekan akhir motor sebelum jalan mutlak dilakukan baik pada saat awal turing maupun ketika start untuk etappe berikutnya. Biasanya saya mengecek fungsi lampu-lampu dan klakson, kemudian mengecek ketinggian oli mesin, dilanjutkan dengan mengecek minyak rem dan fungsi tuas2 rem.

Kemudian mesin dihidupkan untuk dipanaskan, sambil diperhatikan suara yang keluar apakah ada suara-suara yang aneh baik dari mesin ataupun dari body motor (biasanya suka ada baut yg kendor).

Memeriksa tekanan ban adalah prosedur selanjutnya. Kalau kurang angin ya kudu dipompa.

Memeriksa meteran bensin, mencatat trip meter. Ini beguna untuk menentukan kapan harus isi bensin berikutnya, dan juga sebagai catatan kalau nantinya mau menghitung konsumsi bensin, ataupun ingin tau rata-rata kecepatan kita dalam menyelesaikan suatu etape.

Jika ditemukan ketidak beresan segera diputuskan apakah bisa ditangani sendiri atau harus dibawa ke bengkel. Jika memang harus dibawa kebengkel, ya jangan ragu untuk dibawa dulu ke bengkel buat diperbaiki.

Ini sebenernya mirip pengecekan yang dilakukan ground crew (crew darat) maskapai penerbangan terhadap pesawat terbang yang akan tinggal landas. Hanya saja disini kita ya pilot tapi juga merangkap ground crew nya.

selain servis motor maka mencek motor sendiri sampe pas

* Do’a
Selain do’a dari diri sendiri untuk memohon keselamatan dalam perjalanan hal lain yg tidak kalah penting adalah pamit dan minta do’a dari orang-orang yang kita cintai, ortu, istri dan anak.

Boleh jadi justru do’a dari orang-orang yang tercinta inilah yang dikabulkan Allah sehingga kita diberikan keselamatan sampai ditempat tujuan dan sampai kembali ke Rumah.

Bisa jadi karena do’a inilah turing yang kita lakukan bisa sukses dan lancar dan bukan karena kita jago bawa motornya, hanya saja hal seperti ini seringkali tidak disadari oleh kita.

ada doa khusus untuk perjalanan tapi lupa lupa inget bunyinya

* Warming up riding
Pada saat mulai mengendarai motor biasakanlah 5 – 10 menit pertama melakukan penyesuaian-penyesuaian agar seluruh konsentrasi kita “tune in” dengan karakter motor. Sehingga handling menjadi mantap.

Hal ini diperlukan karena pada saat turing, motor terisi dengan muatan penuh (full loaded) beda dengan pemakaian sehari-hari, saat turing ada bagasi, side bag plus boncenger (bila ada) akibatnya bobot motor berbeda jauh dari biasanya, sehingga perlu membiasakan diri dulu dengan kondisi ini. Baru setelah handling sudah bisa “tune in”, boleh deh mulai digeber habis. Inilah yang saya maksud dengan warming up riding. Pada balapan moto gp aja ada warming up lap, jadi tidak ada salahnya kalau ada warming up riding dalam turing motor.

‘ita harus adaptasi berkendara dengan beban berat di jarak yang panjang dan medan yang berat pula.

Oh iya jangan lupa nyalakan lampu walaupun siang hari selama kita turing khususnya dijalanan luar kota. Walaupun aturan yang mewajibkan menyalakan lampu siang hari belum ada, namun demi keselamatan kita sebaiknya kita menyalakan lampu.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s