Exploride di belitung

Manggar (Belitung), 1 Maret 2011

04.00 – 08.30
Team Indonesia Exploride bangun lebih pagi kali ini untuk mengejar sun rise di pantai Serdang, Belitung Timur yang hanya berjarak 15 menit dari tempat hotel kami menginap. Saya dan Ditto berangkat selang beberapa menit setelah team yang lebih pagi lagi berangkat ke tujuan untuk mempersiapkan set dan tenda sebagai properti kami menunggu sun rise. Setelah mengambil beberapa gambar video dan foto sebelum sun rise kami menunggu momentum indahnya terbit matahari. Namun sayang, terbit matahari ini kurang nampak karena awan hitam atau mendung yang menutupi pantai Serdang.

Sekali lagi kami kurang berhasil mengambil dokumentasi video dan foto matahari terbit yang sudah kami tunggu sejak keberangkatan dari Way Kambas, Lampung beberapa hari yang lalu. Ada kejadian yang lucu pada saat pengambilan dokumentasi foto dan video setelah itu, Ditto yang duduk di tepian kapal nelayan yang kami set sebagai properti tiba-tiba terjungkal karena kurang keseimbangan dengan getaran setara 5 skala richter (hanya kiasan). Lucunya, setelah kejadian itu kami semua terpingkal-pingkal dan tidak ada yang membantu Ditto untuk bangun.

Akhirnya kami meninggalkan lokasi dan kembali ke hotel untuk makan pagi bersama dan meneruskan perjalanan kami untuk mengambil beberapa dokumentasi foto dan video di desa Lenggang kecamatan Gantong tempat lokasi syuting film Laskar Pelangi yang mem-populerkan pulau Belitung sebagai tujuan wisata. 08.30 – 14.00 Setelah mempersiapkan peralatan dan barang-barang kami untuk segera check out, team menyempatkan makan pagi di salah satu warung kopi khas Manggar. Terus terang makan pagi dengan secangkir kopi khas Manggar, Lemper dan Mie Goreng adalah salah satu hal yang terbaik yang pernah saya rasakan selama perjalanan ini. Akhirnya kami meninggalkan Manggar dan menuju ke desa Lenggang untuk melihat replika SD Muhammadiyah dalam film Laskar Pelangi yang sekarang menjadi lokasi wisata wisatawan domestik yang ingin sekedar berwisata atau melihat lokasi syuting tersebut.

Setelah mengambil beberapa dokumentasi foto dan video yang kami inginkan team menyempatkan berjalan ke rumah sang penulis buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata serta beberapa lokasi syuting berikutnya. Walaupun hanya mengambil foto dari jauh, perjalanan terasa menyenangkan. Setelah itu kami menuju ke pantai Bilik di daerah Tanjung Tinggi yang terkenal dengan pantai yang mempunyai formasi batuan Granit sebagai salah satu ciri khas beberapa pantai di provinsi Bangka & Belitung.

Kami menyempatkan makan siang di lokasi restoran sea food milik pak Rusdi di daerah Tanjung Tinggi. Ternyata lokasi restoran tersebut juga menjadi pintu gerbang menuju salah satu pulau tercantik di kepulauan Belitung, yaitu pulau Lengkuas yang terkenal dengan salah satu mercusuar peninggalan kolonial Belanda pada abad ke 18.

Menurut Ditto yang sudah beberapa kali mengambil dokumentasi foto di pulau tersebut, Lengkuas mempunyai pemandangan yang sangat indah. 14.00 – 19.00 Dengan menyewa perahu layar dari nelayan setempat, kami menuju ke pulau Lengkuas. Perjalanan kami tempuh dalam kurun waktu 45 menit dan sungguh sebuah pengalaman yang mendebarkan bagi kami. Ternyata ombak dan cuaca mendadak berubah dan menjadi kurang bersahabat, terlihat wajah cemas dari sang Executive Producer, Edo Sitanggang ketika kapal yang kami tumpangi sempat terombang ambing oleh ombak yang cukup besar. Kecemasan Edo cukup beralasan karena kami membawa beberapa peralatan video dan fotografi yang cukup canggih dan ke khawatiran akan terkena atau tercebur dalam air laut yang dapat merugikan hasil akhir dari materi dokumentasi video atau foto yang sudah kami dapatkan sebelumnya. Akhirnya team merasa lega dan terbayarkan dengan keindahan pulau Lengkuas begitu tiba disana. Team tidak menyia-nyiakan waktu dan segera mempersiapkan peralatan untuk pengambilan dokumentasi video dan foto untuk mengabadikan momentum ini, beberapa team ada yang lansgung naik ke atas mercusuar setinggi 18 lantai itu untuk mengambil dokumentasi dari atas.


Saya menyempatkan berenang di sekitar pantai Lengkuas dan pada akhirnya naik ke atas mercusuar untuk wawancara. Kata orang apabila belum naik ke atas mercusuar buatan Inggris yang dibangun pada tahun 1882 pada zaman kolonial Belanda tersebut, anda belum ke Belitung. Sesampainya di atas saya merasakan pemandangan yang indah mempesona, mas Agus sebagai tuan rumah dan Ditto juga naik untuk melakukan wawancara dan cerita seputar mercusuar dibawakan oleh mas Agus yang sudah faham betul tentang sejarahnya terutama sejarah pulau Belitung. Kami juga menyempatkan wawancara dengan 3 penjaga mercusuar bapak Tohir, bapak Herman dan bapak Misdi yang senantiasa menjaga navigasi bagi para pelaut yang melewati kepulauan Belitung.

Rasanya kurang cukup kami bersenang-senang dan merasakan keindahan Belitung yang mempesona, saya merasakan kilas balik perjalanan saya selama 10 hari kebelakang dengan suka dukanya: mengendarai motor besar di jalan trans Sumatra, indahnya pesona Way Kambas dengan konservasi gajahnya, pesona sungai Musi di waktu malam dengan pemandangan kota serta nikmatnya kuliner di kota Palembang dan indahnya pesona pantai di Bangka & Belitung. Saya patut bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan atas kesempatan yang langka ini. Saya yakin masih banyak kejutan serta keindahan pesona alam, budaya dan pariwisata Indonesia yang telah menunggu saya di beberapa kota lain-nya. Akhirnya kami meninggalkan pulau Lengkuas dan kembali ke pantai Tanjung Tinggi, setibanya disana kami menyempatkan makan malam dan segera menuju Tanjung Padan untuk menginap semalam sambil menunggu kapal ferry yang akan menyeberangkan kami ke-esokan harinya. 19.00 – 23.00 Setibanya di hotel, saya langsung mandi dan menyempatkan menulis jurnal sebelum istirahat karena besok pagi kami akan menyeberang dengan kapal ferry yang paling pagi untuk menuju ke pulau Bangka. Beberapa team menyempatkan berjalan-jalan ke kota Tanjung Pandan untuk mencari Batu Satam (batu meteorit) yang terkenal dan merupakan cinderamata khas kepulauan Belitung. Rasa kantuk terasa dan sudah tidak dapat saya bendung lagi, selamat malam dan sampai jumpa esok hari.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s