Exploride di jambi 3

Jambi, 7 Maret 2011

07.00 – 10.20

Saya bersiap-siap untuk melakukan perjalanan panjang dari kota Jambi menuju kota Sri Indrapura, Siak provinsi Riau Daratan yang menurut rencana akan ditempuh selama kurang lebih 12 jam. Setelah sarapan pagi, saya dan Ditto mempersiapkan peralatan dan barang-barang kami ke atas motor dan mobil yang telah siap menunggu. Kami diantar sampai perbatasan kota oleh kerabat Edo, om Fachmi. Tepat jam 10.20 kami bertolak dari hotel dan sebelum meninggalkan kota Jambi kami mengisi asupan bensin untuk kendaraan kami.

10.20 – 13.00
Pada saat menuju ke lokasi SPBU yang terdekat saya melihat di kaca spion motor saya sebuah motor menghampiri saya dan meminta saya untuk berhenti. Rupanya seorang biker lokal dari kota Jambi cukup penasaran dengan keberadaan saya di kota Jambi, akhirnya kami berkenalan. Rupanya bro Iif yang menghampiri saya itu adalah salah satu punggawa Honda Mega Pro Club Jambi Chapter (HPMC) dan seorang seniman yang cukup dikenal di kota Jambi. Kami sempatkan mengobrol di SPBU dan bercerita tentang program kami yang disambut dengan bro Iif, rupanya teman biker saya yang baru itu cukup menyesal karena tidak mengetahui keberadaan kami di kota Jambi. Oleh karena itu bro Iif menyempatkan menghantar team Indonesia Exploride sampai batas kota.

Rupanya jalan perbatasan kota Jambi cukup baik, dengan lancar kami tempuh sampai pemberhentian pertama kami di restoran Bundo Kanduang, wilayah Pulau Panjang provinsi Jambi. Kami beristirahat sejenak dan makan siang sebelum meneruskan perjalanan menuju provinsi Riau Daratan.

13.00 – 19.00
Rupanya permasalahan timbul setelah kami melewati batas provinsi dan akhirnya sampai di wilayah provinsi Riau Daratan. Semuanya berubah menjadi sebuah perjalanan yang melelahkan karena kondisi jalan yang parah, hampir dimana-mana kami jumpai lubang besar serta jalanan yang tidak terawat. Suasana di jalan juga bertambah parah dengan kondisi hujan yang mengguyur kami sejak berangkat dari peristirahatan kami yang pertama, kondisi jalan menjadi becek dan terkadang berdebu membuat semua kendaraan kami kotor sekali. Karena letih dan mobil membutuhkan asupan bensin kami semua berhenti dan istirahat di lokasi taman nasional Bukit 30, namun kelangkaan bensin dan solar di wilayah ini membuat kami harus membeli bensin dan solar eceran dengan harga yang lebih mahal. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan banyak terhenti karena kemacetan antrean bensin di beberapa kota yang kami lewati. Tibalah kami di kota Rengat dan kembali beristirahat untuk melepaskan lelah dengan minum bandrek dan makan beberapa tipe gorengan yang enak. Menurut masyarakat setempat kami masih harus menempuh perjalanan sekitar 7 jam untuk bisa sampai di kota Sri Indrapura, Siak.

19.00 – 24.00
Kami lanjutkan perjalanan menuju Siak dengan kondisi segar kembali, walaupun perjalanan masih jauh semangat kami tetap tinggi. Dalam perjalanan menuju Siak indikator bensin saya menyala, dengan rasa khawatir saya berjalan konstan untuk menghemat bahan bakar mengingat langkanya persedian bensin dan solar di wilayah ini. Setelah berjalan beberapa kilometer akhirnya saya menemukan lokasi penjualan bensin eceran yang kebetulan buka dan masih punya persediaan, namun saya terkejut dengan harga yang ditawarkan. Saya terpaksa membayar Rp. 15.000,- untuk 1 liter bensin premium, sudah gila negara ini. Wilayah penghasil minyak dan gas, tetapi kekurangan cadangan bensin. Pemandangan kelangkaan bensin dan solar di hampir setiap SPBU yang kami lewati, membuat kemacetan dimana-mana sehingga menghambat perjalanan kami. Ditambah dengan situasi yang cukup membuat kami harus bersabar menghadapi karakter pengemudi di lintas timur trans Sumatra yang tidak mau sabar dan se-enaknya sendiri. Sekitar beberapa kilometer dari kota Pangkalan Kerinci kami dihadang oleh kemacetan yang diakibatkan oleh sebuah truk pengangkut kayu yang as-nya patah dan keteledoran seorang pengemudi Avanza yang memarkir kendaraan-nya di poros jalan karena ban kempes. Ditambah dengan ketidak sabaran para pengemudi yang dengan se-enaknya mengambil jalan kami karena mereka ingin lebih dahulu melewati antrian panjang. Akhirnya dengan berusaha saya melewati terlebih dahulu antrian tersebut dan segera menuju kota Pangkalan Kerinci untuk makan malam.

24.00 – 03.00
Setibanya di Pangkalan Kerinci, saya mencoba mencari sebuah restoran yang buka. Akhirnya saya menemukan sebuah restoran nasi goreng yang cukup bersih dan berhenti untuk mengeringkan sepatu yang sudah basah kuyup karena kondisi hujan yang menerpa kami sejak dari perbatasan wilayak provinsi Jambi. Sambil memesan saya menunggu team kendaraan yang masih tertunda karena kemacetan, akhirnya mereka tiba dan kami segera makan malam untuk menambah tenaga kami melanjutkan perjalanan ke kota Siak. Hujan rintik-rintik masih terasa dalam perjalanan kami menuju kota Siak, di pertengahan jalan ternyata hujan semakin deras. Setelah melewati jalan yang kondisinya buruk, akhirnya kami tiba di kota Siak dan melihat kemegahan jembatan Sultanah Latifah serta disambut oleh mas Edi yang sudah sejak jam 23.00 tadi menunggu team kami. Akhirnya kami diantar menuju lokasi hotel Yasmin tempat kami menginap. Setelah menurunkan barang-barang, kami segera beristirahat untuk mengumpulkan tenaga karena aktifitas padat yang telah menunggu kami di kota Siak

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s