Exploride di Palembang 5

Palembang, 4 Maret 2011

07.00 – 10.17
Seperti biasa, saya harus bangun lebih pagi untuk persiapan motor dan barang-barang yang harus saya bawa dan memastikan semua dalam keadaan baik dan lengkap. Ternyata indikator bensin pada motor menyala, menandakan “Si Putih” panggilan sayang saya kepada motor BMW F 800 GS 30th Anniversary series yang sudah berjasa membawa saya melewati Lampung, Palembang dan Bangka sampai saat ini. Saya pastikan “Si Putih” harus terisi penuh sebelum perjalanan ke Jambi. Perut sudah terasa keroncongan, segera menuju coffee shop untuk makan pagi dan berbincang dengan sang pemilik hotel, bapak Petrus. Ternyata jadwal beliau cukup padat hari ini, setelah mengucapkan terima kasih kepada beliau karena kebaikan dan keramah tamahan yang diberikan selama kami di Palembang, akhirnya kami berpamitan dan bapak Petrus meninggalkan coffee shop untuk rapat di tempat lain. Saya masih menunggu team lain untuk turun dan makan pagi, ternyata sebagian dari mereka menyempatkan jalan-jalan pagi dan mengambil beberapa dokumentasi video untuk stok gambar apabila diperlukan nantinya. Setelah kami berkumpul semua, tibalah waktunya kami meninggalkan kota Palembang untuk menuju kota Jambi.

10.17 – 13.00
Sebelum berangkat kami memutuskan untuk mencari pompa bensin terdekat untuk mengisi “Si Putih” yang kehausan dan mobil pendukung lainnya sebelum bertolak ke kota Jambi. Dalam perjalanan, team Indonesia Exploride berhenti sejenak di sebuah mesjid yang terletak di batas kota Palembang dan menyempatkan shalat Jumat. Ternyata rombongan kami menarik banyak orang, beberapa orang mendekati kami dan bertanya-tanya tentang program kami. Setelah melaksanakan shalat Jumat, akhirnya team meninggalkan kota Palembang menuju Jambi. Namun, cuaca kurang bersahabat dan saya harus mengganti jaket touring dengan rain coat karena hujan rintik-rintik mulai terasa

13.00 – 15.00
GPS kami set menuju alamat hotel tempat kami menginap di kota Jambi, sebenarnya estimasi jarak dari kota Palembang menuju Jambi yang hanya 266 km dapat ditempuh dalam waktu 3 jam saja. Namun, kendala yang kami hadapi selama perjalanan adalah kondisi jalan yang kurang baik dan convoy truk yang panjang sehingga menghambat perjalanan terutama dengan kondisi cuaca yang hujan. Akhirnya, kami simpulkan perjalanan dapat kami tempuh dalam 7 jam. Dengan santai dan masih terkondisi beradaptasi dengan situasi di jalan, akhirnya team memutuskan untuk beristirahat dan makan siang di restoran Setia Kawan di kota Betung, Musi Banyuasin. Makanan khas Melayu campur Padang ini kami menikmati untuk mengisi perut sampai setibanya di kota Jambi yang kami estimasikan akan sampai pada malam hari. Setelah perut kenyang, kami segera bergegas menuju kota Jambi.

15.00 – 23.00
Dalam perjalanan menuju kota Jambi, kami menyempatkan mengambil beberapa dokumentasi foto dan video yang diperlukan bagi program televisi Indonesia Exploride. Kali ini kami berjalan agak cepat dari biasanya, karena sudah mulai terbiasa dengan ritme dan situasi di jalan. Masih di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin kami melihat upacara adat Bali dalam memperingati tutup tahun bagi umat Hindu yang disebut dengan upacara Melasti, biasanya apabila ada upacara ini ke-esokan harinya ada ritual atau hari sakral bagi umat Hindu yaitu “Nyepi”.

Unik-nya, team Indonesia Exploride berkesempatan menyaksikan upacara ini bukan di pulau Bali tetapi di kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Ternyata kemajemukan ragam budaya kita dapat disaksikan bukan hanya di tempat orisinalnya, tetapi di kota atau wilayah lain yang jauh dari aslinya, sungguh sesuatu yang unik dan luar biasa. Akhirnya, tepat jam 20.00 waktu setempat kami tiba dan masuk ke hotel Abadi Suites di kota Jambi. Kami memutuskan untuk segera mencari makan malam dan mengambil beberapa dokumentasi wisata kuliner yang diperlukan, rencana-nya kami ingin mencoba nasi Gemuk khas Jambi. Namun, warung yang dituju sudah tutup. Akhirnya kami menuju daerah Murni di jalan Sultan Agung kota Jambi dan makan di restoran Hawa Jaya yang terkenal dengan Mie Celor dan Martabak Karinya yang sangat enak. Setelah menikmati makan malam dan mengambil dokumentasi foto dan video, team melanjutkan ke daerah Ancol di kota Jambi. Ternyata daerah Ancol adalah tempat rekreasi masyarakat Jambi yang terletak di pinggiran sungai Batanghari sambil menikmati es tebu dan jagung bakar, nikmat rasanya. Karena kondisi badan sudah letih, kami segera menuju ke hotel untuk beristirahat.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s