Exploride di Siak

Siak, 8 Maret 2011

07.00 – 10.00

Agenda pagi hari di kota Siak adalah wawancara dengan bapak Said salah seorang pengusaha perhotelan yang juga Ketua PHRI kota Siak. Beliau telah berbaik hati menyediakan sarana akomodasi bagi team Indonesia Exporide di kota Siak. Berbagai perbincangan kami lakukan dengan beliau mulai dari misi serta visi Kabupaten Siak untuk meningkatkan industri pariwisata-nya sampai dengan prospek sosial, ekonomi serta karakter penduduk serta budaya-nya. Yang unik dari lokasi wawancara kami adalah pemandangan sungai Siak yang indah dengan latar jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang sangat modern. Sayang wawancara dengan bapak Said harus berakhir karena beliau sudah ada janji dengan pihak lain.

10.00 -14.10
Setelah itu team bersama dengan tuan rumah bapak Irwan Pryatna SSi. (Kabid. Infokom & Ketua IPSI Kabupaten Siak), Tengku Asshahab serta seorang jurnalis lokal ibu Yanti Sugrianti yang biasa dipanggil akrab dengan ‘Teh Yanti’ segera menuju sebuah mesjid Sultan Syarif Kasim yang berada di kompleks Islamic Center di kota Siak. Team Indonesia Exploride telah dijadwalkan bertemu dengan Bupati Siak bapak H. Arwin A.S. SH. Setelah shalat Dzuhur. Mesjid dengan arsitektur bergaya Melayu yang besar dan baru saja diselesaikan pada periode pemerintahan beliau, rupanya juga merupakan lokasi favorit sang Bupati untuk melaksanakan shalat Dzuhur. Akhirnya team tiba di lokasi mesjid dan diterima oleh bapak Indra ajudan bapak Bupati. Kami segera mempersiapkan peralatan dan sebagian dari kami ikut melaksanakan shalat Dzuhur di mesjid yang indah dan megah tersebut.

Setelah shalat Dzuhur kami segera melakukan wawancara dengan bapak Bupati seputar budaya dan pariwisata di Kabupaten Siak yang umurnya masih terbilang muda. Beliau begitu antusias menerima team Indonesia Exploride dan menjawab semua pertanyaan kami dengan ramah, akhirnya wawancara kami selesai dan beliau memberikan sebuah buku tentang Kabupaten Siak sebagai cinderamata kepada kami beserta tanda tangan beliau serta pesan untuk tetap semangat mem-promosikan Indonesia tercinta.

14.10 – 17.45

Setelah berpamitan dengan bapak Bupati dan jajaran-nya, kami segera menuju retoran khas Melayu di jalan Datuk Pesisir yang dikelola oleh ibu Hajjah Tengku Syarifah Zaharah. Disana kami mencoba berbagai makanan khas Melayu seperti sayur Pacri Nenas, ikan Salai Sambal Merah, sayur Katu Tebu Telur serta kue Bolu Kemojo.

Team menyantap hidangan dengan lahap karena perut sudah keroncongan, setelah makan siang kami segera bergegas menuju Astanah Asserayah Hasyimiah (istana Sultan Siak). Disana sudah menunggu bapak Drs. H. Kadri Yafiz MPd. (Kadis. Pariwisata Seni Budaya Pemuda & Olahraga Kabupaten Siak) yang akan menjelaskan sejarah istana Sultan Siak kepada team Indonesia Exploride. Secara pribadi saya sangat terkesan dengan pemeliharaan aset kesultanan Siak yang terjaga dengan baik, kami dipandu oleh bapak Kadri dan melihat beberapa ruangan istana serta salah satu peninggalan yang cukup langka di dunia yaitu gramofon Komet buatan Jerman, yang kabarnya hanya ada 2 di dunia. Gramofon tersebut dibawa oleh Sultan Siak ke-XI dari lawatan-nya ke Eropa, hal yang lebih menarik adalah gramofon tersebut masih berfungsi dan secara khusus team Indonesia Exploride diberikan kehormatan oleh pengurus istana Siak serta bapak Kadri untuk mendengarkan warisan sejarah tersebut. Merinding bulu kuduk saya ketika mendengar sebuah lagu klasik yang diputar dari sebuah piringan yang terbuat dari baja dan berdiameter cukup lebar (cikal bakal CD pada masa ini), serasa ruangan tersebut tersebar nuansa magis. Rupanya bapak Kadri masih ada acara yang harus dihadiri, akhirnya kami berpamitan dengan beliau. Pada kesempatan tersebut kami mendapatkan cinderamata berupa replika Istana Siak yang terbuat dari perak. Setelah puas dengan wawancara serta pengambilan dokumentasi baik foto maupun video, akhirnya kami berpamitan dengan pengurus istana.

17.45 – 22.30
Team melanjutkan eksplorasi di kota Siak dengan mengunjungi jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah untuk mengambil dokumentasi foto dan video yang kemudian dilanjutkan ke Mesjid Syahbuddin untuk melaksanakan shalat Maghrib dan melihat makam Sultan Siak ke-XII yaitu sultan Syarif Kasim II.


Acara dilanjutkan dengan pertunjukkan silat khas Melayu di lapangan Tugu yang terletak di depan Istana Siak. Pertunjukkan silat aliran Sunting 12 dari perguruan Kemenyan Putih yang dibawakan dengan lantunan musik khas Melayu semakin menambah khasanah budaya Kabupaten Siak. Acara eksplorasi hari pertama di kota Siak kami sudahi dengan makan malam di tepian sungai Siak, tepatnya di warung Hafizz. Team makan malam sambil bersenda gurau bersama tuan rumah kami, terutama Teh Yanti yang menjadi bulan-bulanan anak-anak karena Nasi Goreng Cina yang dipesan-nya tidak kunjung tiba. Karena hari sudah larut, team segera kembali ke hotel yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kami makan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s