Exploride do Pekan Baru

Pekanbaru, 10 Maret 2011

07.00 – 10.15

Setelah tidur cukup puas semalam, saya dan Ditto makan pagi sambil menunggu team menyelesaikan persiapan perlengkapan mereka untuk pengambilan dokumentasi foto dan video di pondok makan khas Melayu yang bernama ‘Yurika’ di jalan Sutomo kota Pekanbaru. Ada yang istimewa pada saat pelaksanaan produksi pagi ini, karena Djarum Apresiasi Budaya mendatangkan bintang tamu Atiqah Hasiholan untuk menemani saya dan Ditto mengulas berbagai wisata kuliner di kota Pekanbaru. Team datang terlebih dahulu di lokasi yang telah ditentukan, saya dan Ditto terkejut melihat ada tamu spesial yang sudah lebih datang jauh-jauh dari Kota Siak. Ternyata ‘Bang Irwan’ dan ‘Teh Yanti’ tuan rumah kami di Kota Siak menepati janjinya untuk bisa bersama team Indonesia Exploride melihat aktifitas kami serta berkenalan dengan team Djarum dari Jakarta yang kebetulan hadir bersama kami di Pekanbaru. Setelah kami berbincang sejenak, akhirnya Atiqah Hasiholan tiba di lokasi dan segera menerima brief dari sutradara dan langsung diperkenalkan kepada kami oleh team Djarum.

10.15 – 14.44
Proses dokumentasi dan wawancara kami mulai, rupanya Atiqah sangat ramah dan bersahaja. Dengan mudahnya saya dan Ditto menjadi akrab dan banyak perbincangan yang kami jalin berjalan secara santai. Sayang-nya suasana pengambilan dokumentasi bersama Atiqah diwarnai dengan rasa hati yang masih was-was dengan permasalahan penyeberangan motor BMW F 800 GS yang menurut rencana akan kami seberangkan ke Pulau Batam sebagai rute lanjutan perjalanan kami keliling Indonesia. Namun, saya mencoba untuk fokus dan melanjutkan proses pengambilan dokumentasi dan foto di restoran Yurika bersama Atiqah Hasiholan. Seperti aktifitas lain-nya di beberapa kota besar yang mendapatkan kesempatan dengan hadir-nya beberapa artis pilihan Djarum, rupanya wartawan lokal sudah tidak sabar untuk wawancara dengan team Indonesia Exploride. Saya dan Ditto menyempatkan wawancara dengan wartawan lokal dan melanjutkan pelaksanaan dokumentasi foto serta video sebelum melanjutkan wisata kuliner ke tempat lain.

14.44 – 18.00
Rupanya Atiqah berkeinginan untuk mencoba dan dibonceng di atas ‘Si Putih’ sambil berkeliling kota Pekanbaru dan menuju restoran Pondok Gurih untuk mencoba otak-otak khas Melayu

Sesampainya di resto Pondok Gurih kami segera melaksanakan proses dokumentasi berikutnya karena Atiqah harus segera kembali ke Jakarta. Akhirnya hal yang saya khawatirkan terjadi, setelah mencoba mencari berbagai cara untuk menyeberangkan motor ke pulau Batam dengan sangat menyesal saya menerima kabar buruk dengan berbagai alasan yang secara logis tidak masuk akal bagi saya. Mahal-nya permintaan para juragan kapal hanya untuk menyeberangkan motor ke pulau Batam serta isu sulitnya birokrasi keluarnya motor dari pulau Batam membuat saya mengurungkan niat untuk membawa motor ke pulau tersebut. Setelah rapat dengan team, akhirnya saya minta Lia untuk memesan tiket pesawat untuk team dan berangkat pada tanggal 11 Maret menuju ke pulau Batam dengan tanpa motor tentunya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s