Exploride di Banda Aceh3

Banda Aceh, 23 Maret 2011

08.00 – 11.00
Kami semua bangun lebih pagi kali ini, Ditto juga bersemangat untuk segera makan pagi bersama Cut Mini sebelum bintang tamu kita yang satu ini meninggalkan kota Banda Aceh untuk kembali ke Jakarta. Ada yang spesial pagi ini, Cut Mini memberikan gelang merahnya kepada Ditto sebagai tanda perpisahan. Terlihat muka Ditto semakin sumringah dan tidak bisa berkata apa-apa pada saat diberikan kenang-kenangan oleh Cut Mini. Saya juga sempatkan makan pagi bersama mereka, pada akhirnya rombongan Cut Mini dan beberapa wartawan yang ikut ke kota Banda Aceh segera meninggalkan hotel untuk menuju ke bandara dan segera kembali ke Jakarta. Setelah itu saya bersama bro Iskandar menyempatkan membeli oli mesin untuk Si Putih, karena sudah tiba waktunya oli mesin diganti dengan yang baru. Bro Iskandar mengajak mampir ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa kilometer dari lokasi hotel untuk sekaligus mengganti oli motor disana. Rupanya lengkap juga peralatan bro Iskandar layaknya bengkel motor profesional. Akhirnya Si Putih terasa seperti baru kembali, dengan oli segar yang siap membawa saya berkeliling Indonesia dan melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.

11.00 – 13.00
Saya kembali ke hotel dan berjanji untuk bertemu kembali dengan bro Iskandar dan beberapa teman-teman bikers dari IMBI Aceh tepat pukul 13.00 karena diundang oleh bro Wawan untuk makan siang di salah satu properti miliknya di daerah Mata Ie. Tetapi sebelumnya team Indonesia Exploride akan mengunjungi lokasi kapal PLTD apung yang terdampar di kota Banda Aceh akibat Tsunami yang terjadi beberapa tahun silam bersama mas Andre dan ibu Renitasari. Sayangnya saya tidak bisa ikut karena harus menyelesaikan jurnal harian yang sudah terlambat beberapa hari. Akhirnya saya berpamintan dengan mereka dan team segera meninggalkan hotel untuk menuju lokasi tersebut. Tepat jam 13.00 sahabat-sahabat saya dari IMBI Aceh sudah berada di lobi hotel dan menunggu team Indonesia Exploride lainn-nya untuk segera menuju ke daerah Mata Ie dan memenuhi undangan bro Wawan.

13.00 – 16.00
Setibanya di Mata Ie, kami disambut dengan tuan rumah bro Wawan dan istrinya. Santap siang yang sedap telah disiapkan bro Wawan untuk kami semua. Bapak Dicky dari Ditlantas Polda Aceh juga bergabung bersama kami pada siang hari itu, sambil santap siang kami berbicara tentang berbagai hal termasuk prospek kota Banda Aceh sebagai tujuan wisata para penggemar motor besar yang juga sedang saya gagas segala kemungkinan-nya. Setelah makan siang bro Wawan mengajak istrinya untuk mencoba Si Putih, sudah saya duga kalau istri bro Wawan senang naik Si Putih. Akhirnya kami mohon diri dan segera menuju ke hotel karena sudah janjian dengan sebuah yayasan atau sanggar tari setempat di bawah asuhan pemerintah daerah untuk melihat tarian Saman Gayo.

16.00 – 19.00
Di lobi hotel, kami telah ditunggu oleh bang Dani Orista Agud sebagai ko-ordinator sanggar Cut Nyak Dien yang akan membawa team Indonesia Exploride ke lokasi Pendopo Gubernuran yang berada di pusat kota Banda Aceh. Kali ini gantian Lia yang sumringah, karena 11 penari Saman Gayo yang akan membawakan pertunjukkan tari tersebut hampir rata-rata mempunyai wajah yang tampan. Bang Dani juga memberikan beberapa informasi penting mengenai tarian Saman Gayo, memang terasa sekali perbedaan yang kami lihat dan sempat kami tanyakan kepada bang Dani. Ternyata tarian Saman itu hanya boleh ditarikan oleh pria, tarian ini sebetulnya diciptakan oleh seorang Kiai untuk berdakwah serta menyebarkan ajaran Islam. Cukup puas dengan melihat dan melakukan wawancara dengan para penari Saman, akhirnya kami meninggalkan Pendopo Gubernuran dan menuju Mesjid Raya Baiturrahman kembali untuk mengambil beberapa stock gambar yang masih kami anggap kurang dari hasil pengambilan sebelumnya.

19.00 – 22.00
Sesampainya di Mesjid Raya Baiturrahman, saya sempatkan mengejar shalat Magrib disana dan team segera melakukan tugasnya untuk mengambil beberapa stock gambar yang diperlukan. Cukup puas dengan hasil yang didapat, kami segera menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat karena besok kami akan bersiap-siap meninggalkan kota Banda Aceh untuk bertolak ke pulau Weh, Sabang. Hari yang sangat padat dengan berbagai aktifitas membuat saya dan Ditto cepat pulas dan tidur lebih cepat

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s