Exploride di Banda aceh4

Banda Aceh, 24 Maret 2011

07.00 – 09.30
Pagi yang bersemangat untuk segera menuju ke pulau Weh, Sabang. Tetapi sebelum berangkat kesana, masih ada satu rencana lagi untuk bertemu dengan salah satu tokoh masyarakat Aceh yang akan menjelaskan seputar Rencong. Team berkumpul terlebih dahulu untuk menikmati santap pagi terakhir di kota Banda Aceh. Setelah semua team berkumpul dan seluruh peralatan telah siap, kami segera berangkat menuju kota Banda Aceh untuk bertemu dengan bang Wawan dan kak Linda yang berjanji akan mengantarkan kami bertemu dengan ahli Rencong.

09.30 – 10.45
Kami berjanji bertemu di sekitar lokasi mesjid Raya Baiturahman, ternyata lokasi pertemuan dengan tokoh masyarakat Aceh tersebut berdekatan dengan lokasi mesjid yang berupa pasar tradisional yang juga banyak toko emas-nya. Akhirnya kami masuk ke salah satu toko emas di sekitar pasar tersebut dan diperkenalkan kepada pemilik toko yang ternyata putra dari H. Harun Keutjik Leumik, seorang tokoh masyarakat Aceh yang juga seorang wartawan senior dan seorang kolektor Rencong dan Siwa senjata tajam khas Aceh. Saya, bang Wawan, kak Linda dan Ditto akhirnya masuk ke sebuah ruangan tamu kecil yang penuh dengan barang-barang berharga seperti perhiasan serta koleksi Rencong dan Siwa yang bernilai tinggi. Wawancara mengenai sejarah Rencong saya mulai dan bapak H. Harun Keutjik Leumik sangat antusias sekali menjelaskan kepada saya dan tamu lain-nya. Banyak pelajaran yang saya dapatkan seputar Rencong dan Siwa, sampai pada akhirnya bapak H. Harun Keutjik Leumik mengambil sebuah buku yang dikarang-nya dan menanda tangani buku serta memberikan buku tersebut kepada team Indonesia Exploride sebagai kenang-kenangan. Akhirnya kami meninggalkan toko tersebut dan bergegas menuju pelabuhan Ulele dengan diantar oleh bang Wawan dan kak Linda.

10.45 – 14.00
Setibanya di pelabuhan, kami menyempatkan mengobrol santai bersama bang Wawan dan kak Linda di salah satu warung yang jarak-nya dekat dengan lokasi parkir kendaraan yang akan naik ke atas ferry sambil menunggu giliran masuk ke atas kapal yang ternyata masih cukup lama dijadwalkan pada pukul 14.00. Namun bang Wawan dan kak Linda tidak bisa berlama-lama karena masih ada keperluan yang harus diselesaikan, akhirnya kami berpisah dan team masih menunggu jadwal naik kapal yang dijadwalkan sekitar jam 13.00. Akhirnya kendaraan naik dan kami segera menuju ke pulau Weh, Sabang.

14.00 – 15.50
Indah sekali pemandangan laut dari aceh menuju pulau Weh, Sabang yang secara kebetulan juga sangat baik cuaca-nya. Langit yang terang dengan warna air laut yang jernih dan biru membuat sejuk-nya hati ini. Saya menyempatkan diri naik ke anjungan kapal dan bertemu dengan seorang warga negara Italia bernama Lucca, ternyata dia sangat fasih berbahasa Indonesia karena menikah dengan seorang warga negara Indonesia yang berasal dari Aceh dan sudah 9 tahun menetap di pulau Weh sebagai seorang pemandu selam profesional. Banyak yang saya bicarakan dengan Lucca sampai tidak sadar kalau kami berdiri di atas teriknya matahari dan tidak terasa sudah hampir sampai di pulau Weh, Sabang.

15.50 – 18.00
Tiba di pulau Weh, Sabang kami disambut dengan teman-teman dari IMBI Sabang. Karena waktu sudah sore kami segera bergegas menuju nol kilometer yang berjarak sekitar 30 km dari pelabuhan. Akhirnya kami tiba di lokasi nol kilometer, sayang-nya tugu tersebut kurang perawatan dan kotor. Kami tidak berlama-lama di lokasi tersebut dan segera menuju ke kota Sabang tepatnya jalan panorama untuk melihat sunset dan merasakan nikmatnya kelapa muda, pada kesempatan tersebut kami disambut oleh Kapolres Sabang AKBP Sigit Kusmarjoko yang memberikan kejutan kepada kami berupa sertifikat nol kilometer yang ditanda tangani oleh bapak Walikota sendiri.


18.00 – 22.00
Hari sudah semakin senja, akhirnya kami putuskan untuk berpisah dengan teman-teman IMNI Sabang dan segera mencari penginapan di kota Sabang yang ternyata cukup dekat dengan lokasi pantai. Akhirnya kami menginap di Sabang Guest House, penginapan layaknya rumah sendiri yang bersih dengan pelayanan yang ramah. Karena lapar kami semua mencari makan malam di sekitar kota Sabang, setelah makan malam kami kembali ke penginapan dan beristirahat karena ke-esokan harinya kami harus kembali ke Aceh dan meneruskan perjalanan ke kota berikutnya. Selamat malam!

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s