Exploride di Batam2

Batam, 13 Maret 2011

09.00 – 11.30

Untuk kali ini saya terbangun agak siang karena pesta semalam, telpon berdering sejak tadi pagi yang rupanya teman lama saya pak Alfred salah satu pendiri club off road di pulau Batam. Beliau ingin sekali bertemu dan mampir ke hotel sekitar jam 10 untuk sekedar temu kangen setelah sekian lama tidak bertemu. Akhirnya saya turun ke lobi dan menyempatkan sarapan pagi sebelum bertemu dengan sahabat lama saya tersebut, tepat jam 10 pak Alfred menghubungi saya dan memberitahukan kalau beliau sudah menunggu di lobi. Saya selesaikan sarapan pagi dan segera menjumpai beliau, banyak hal yang kami bicarakan dan mengenang masa lalu sewaktu kita berperan mem-populerkan off road di pulau Batam sekitar tahun 1995 yang lalu.

Saya bercerita tentang program Indonesia Exploride kepada beliau dan rencana kunjungan wisata ke lapangan Golf Tamarin Santana di wilayah Nongsa yang dahulu pernah menjadi tempat pak Alfred bekerja, dengan bantuan pak Alfred saya juga meminta izin memotret dan syuting di lokasi Nongsa Point Marina yang terkenal dengan pemandangan-nya yang indah. Rupanya pak Afred masih ada pertemuan dengan orang lain dan beliau berjanji untuk menemani saya dan team apabila sudah sampai di lokasi yang direncanakan nanti sore. Akhirnya kami berpisah untuk sementara karena team juga sudah siap untuk melanjutkan wisata keliling pulau Batam dan melihat jembatan Barelang yang menjadi salah satu ikon pulau Batam.

11.30 – 15.00
Team segera menuju lokasi jembatan Barelang dengan ditemani oleh Acan serta bang Napitulu yang sudah sejak awal dengan senantiasa menemani kami selama kunjungan ke pulau Batam. Setibanya di lokasi kami mencoba mencari spot terbaik untuk mengambil dokumentasi foto dan video jembatan Barelang dari kejauhan, akhirnya pilihan kami jatuh ke lokasi resto sea food Golden Fish yang secara kebetulan mempunyai pemandangan jembatan Barelang yang indah. Jembatan Barelang adalah jembatan dengan arsitektur modern pertama yang dibangun sejak bapak Prof. Dr. Ing B.J. Habibie masih menjabat sebagai Menristek pada zaman orde baru sekitar tahun 90-an. Saya turut menjadi saksi sejarah pembangunan jembatan ini dan sempat turut serta dengan rombongan pak Habibie ketika melakukan inspeksi jembatan bersama-sama dengan teman-teman dari club motor besar di pulau Batam beberapa tahun yang lalu. Sambil memandang dari kejauhan dan mengenang masa lalu, akhirnya kami putuskan untuk makan siang di resto tersebut sambil beristirahat sebelum menuju lokasi berikutnya.

15.00 – 18.30
Setelah perut kenyang kami menuju ke daerah Nongsa yang terkenal dengan wisata golf dan pantainya, ketika pertama kali bekerja di pulau Batam daerah inilah yang menjadi tempat saya mengadu nasib. Saya sempat menjadi asisten manajer pemasaran dan kemudian manajer pemasaran di hotel Sei Nongsa selama kurang lebih 2 tahun. Rupanya pak Alfred sudah menunggu di pintu masuk menuju lapangan golf Tamarin Santana, setibanya di lokasi kami sudah ditunggu oleh ibu Marina dan bapak Raja Azrim sebagai Operational Manager lapangan golf tersebut. Pulau Batam sangat terkenal dengan lapangan golf-nya, dahulu ada sekitar 13 lapangan golf di pulau yang kecil ini. Namun sekarang hanya 6 lapangan golf yang masih berfungsi dan beroperasi secara utuh di pulau Batam. Di lokasi ini Ditto mencoba bermain golf bersama pak Azrim, karena sudah lama tidak main saya hanya melihat dari kejauhan dan sebentar-sebentar mengganggu permainan mereka untuk sekedar wawancara.

Rupanya kejutan tidak henti-hentinya menunggu saya, pak Alfred menghubungi salah seorang kawan lama yang juga pendiri serta penggemar setia off road di Batam, bapak Naradewa atau akrab dipanggil Anang. Sahabat saya yang satu ini juga datang dan membawa kendaraan kesayangan-nya, Mercedez seri G yang sempat membuat saya tertegun karena modifikasi komplit yang dibuat oleh Anang untuk hobinya yang satu ini. Setelah bermain golf saya sempatkan wawancara dengan 2 sahabat lama saya pak Alfred dan Anang yang sudah menjadi orang-orang penting di Batam ini. Dengan latar 2 mobil off road dari club mereka yang bernama Alaska 4 x 4, kami semua mengenang masa lalu ketika pertama kalinya kami menggagas sport otomotif off road dengan modal ala kadarnya di pulau Batam ini. Karena hari sudah sore akhirnya kami sudahi wawancara untuk segera menuju Nongsa Point Marina untuk melihat indahnya sunset di pulau Batam.

18.30 – 04.00
Team Indonesia Exploride menyempatkan mengabadikan foto dan video di Nongsa Point Marina yang juga difungsikan sebagai hotel dan tujuan wisata untuk para penggemar olah raga laut serta memarkir kapal-kapal mewah mereka di pulau Batam. Atas bantuan pak Alfred dan Anang kami bisa masuk ke lokasi tersebut, karena memang wilayah ini tertutup untuk umum. Setelah puas mengambil gambar dan video team berpamitan dengan 2 sahabat saya untuk kembali ke hotel, dalam perjalanan Ditto minta dihantar ke salah satu mal yang dekat dengan hotel untuk membeli baju karena kehabisan stock baju. Kami makan malam dengan Acan di salah satu resto ayam dan ikan bakar khas Tanjung Pinang di Nagoya. Kami semua kembali ke hotel dan melanjutkan aktifitas serta memenuhi undangan Wiwik untuk kembali menikmati club scene di kota Batam. Kali ini kami hadir dengan kamera untuk wawancara dengan para clubbers di kota Batam, rupanya malam ini banyak orang bule yang datang dan club Wiwik padat dengan pengunjung. Setelah puas ber-sosialisasi dan mengambil beberapa dokumentasi video yang diperlukan kami semua larut dalam pesta terakhir di kota Batam atas kebaikan Wiwik di club yang bernama ‘No Name

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s