Exploride di Medan2

Medan, 19 Maret 2011

07.00 – 10.30
Hari ini aktifitas dimulai dengan wisata kuliner bihun bebek A-Sie yang terletak di jalan Kumango no. 15, seperti biasanya bro Eddy Handoko dengan setia menemani saya berkeliling kota Medan. Ditto izin kepada saya untuk berangkat terlebih dahulu ke lokasi tersebut ditemani oleh bro Eka (juga sahabat bro Ijeck yang tergabung dalam HDCI Chapter Sumut), rupanya dia ingin mencari obyek foto dan bertemu dengan sahabat lamanya di kota Medan. Setelah kami semua siap, segera team menuju ke lokasi wisata kuliner tersebut dan menyantap sarapan pagi dengan sepiring bihun bebek yang sudah terkenal sejak tahun 1967 dan sudah dikelola oleh 2 generasi. Tempatnya menjadi satu dengan kedai kopi Kumango. Kenyang sudah perut saya dengan sarapan pagi yang padat, acara dilanjutkan dengan minum kopi di Aci Apek yang terletak di jalan Hindu no 37 di kampung Keling kota Medan.

10.30 – 11.40
Kedai kopi Aci Apek ini cukup unik karena penjualnya terdiri dari 3 budaya yang berbeda: India, Cina dan Melayu. Saya memesan kopi susu dan roti srikaya yang keliatan-nya enak, walaupun perut saya sudah kenyang. Kedai kopi ini sangat terkenal di kota Medan yang usahanya dimulai dari tahun 1975 dan sudah dikelola oleh 2 generasi, bro Eddy banyak bercerita tentang tradisi minum kopi dimana selalu ia luangkan waktu di pagi hari untuk mampir ke kedai kopi tersebut. Setelah puas nongkrong di lokasi yang nyaman dengan secangkir kopi dan para sahabat yang menemani saya, kita putuskan untuk pindah ke tempat berikutnya menuju kuil Tamil terbesar di kota Medan.

11.40 – 13.05
Team tiba di kuil Shri Mariamman yang berada di jalan Teuku Umar daerah kampung Keling kota Medan, waktu kami tiba ternyata lokasi tersebut sudah mau tutup. Dengan cepat kami segera mempersiapkan peralatan untuk mengambil dokumentasi foto dan video bagi keperluan program televisi Indonesia Exploride. Karena waktu yang sempit, kami harus segera pindah ke lokasi lainnya yaitu Rahmat Gallery yang berisi koleksi binatang buas yang pernah diburu oleh bapak Dr. H Rahmat Shah yang juga Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI). Beliau juga paman dari bro Ijeck sahabat baru saya di kota Medan. Sayangnya kami tidak bisa masuk ke gallery tersebut karena sedang ada acara yang dihadiri oleh banyak pejabat di kota Medan. Akhirnya kami putuskan untuk segera menuju ke Istana Maimun yang terletak di jantung kota Medan.

13.05 – 17.00
Setibanya di Istana Maimun kami disambut oleh Tengku Mohar yang juga masih kerabat keluarga Sultan Deli, beliau bertugas menjadi pemandu kami. Istana Maimun ini dibangun oleh Sultan Deli ke-9 dengan seorang arsitek yang berkebangsaan Eropa. Keturunan dari kesultanan Deli masih berlanjut sampai sekarang dengan Sultan Deli ke-14 yang masih berumur 13 tahun yang saat ini berdomisili di Makassar. Karena hari sudah siang, kami segera menuju wisata kuliner lainnya yaitu gulai kepala ikan. Rupanya untuk makan gulai kepala ikan harus memesan terlebih dahulu, kami sudah berkeliling di kota Medan untuk mendapatkan makanan tersebut dan akhirnya kami bisa menikmatinya di resto Miramar. Puas dengan santapan siang yang enak, kami kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak dan melanjutkan jalan-jalan di kota Medan malam harinya.

17.00 – 01.00
Saya memutuskan untuk memotong rambut, bro Eddy menyarankan untuk mendatangkan seorang pemotong rambut yang sudah menjadi langganan-nya yang bernama Mawi. Rupanya Ditto dahulu yang ingin memotong rambutnya dan saya ngobrol sejenak dengan bro Eddy dan bro Eka di lobi hotel. Saya terkejut dengan gaya rambut Ditto yang terbaru (botak dengan ukiran rambut yang lumayan bagus), rupanya Mawi memang jagoan dalam mencukur rambut. Akhirnya tiba giliran saya dan beberapa anggota team juga ingin dipotong rambutnya. Setelah itu kami meninggalkan hotel untuk menuju Lapangan Merdeka untuk menikmati wisata kuliner Lontong Medan yang sudah dipesan secara khusus oleh bro Eka, disana sudah menunggu teman-teman bikers yang akan menemani team Indonesia Exploride. Acara wisata kuliner kami lanjutkan menuju lokasi warung durian Ucok yang terkenal di kota Medan, ada hal yang unik di tempat ini. Rupanya banyak fans kecil saya yang penasaran dengan ‘Si Putih’, namanya Kenji dan Cristoph. Dengan seksama mereka selalu bertanya dan senantiasa saya jawab. Sungguh malam yang menyenangkan bersama sahabat-sahabat baru saya, tidak terasa hari semakin larut. Kami putuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat. Ada sepenggal pantun yang ingin saya sampaikan: Pucuk pauh delima batu, Anak sembilang di tapak tangan, Biar jauh di negeri satu, Hilang di mata di hati jangan…..selamat malam!

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s