Exploride di Medan3

Medan, 20 Maret 2011

07.00 – 10.45
Pagi yang mendung di kota Medan, saya terbangun dan segera mandi karena sudah berjanji dengan bro Eddy untuk sarapan pagi bersama dengan team Indonesia Exploride sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Banda Aceh. Bro Eddy datang tepat jam 8.30 dan saya sudah siap di lobi hotel dan menunggu team lain-nya, karena lama menunggu saya putuskan untuk berangkat terlebih dahulu bersama bro Eddy ke resto mie ayam kari yang terkenal dengan campuran daging lembu atau ayam-nya. Kebetulan resto tersebut juga searah dengan perjalanan menuju ke kota Banda Aceh. Ketika keluar dari hotel hujan rintik-rintik menyambut saya keluar dari hotel menuju lokasi. Setibanya di lokasi resto saya memesan sepiring mie ayam kari isi lembu yang sedap sekali, seiring dengan itu telpon saya berdering dan ternyata Ditto ingin menyusul dengan taxi karena team masih belum siap mempersiapkan barang dan peralatan karena mobil Ford Ranger dan sebagian team akan berpisah di kota Medan sesuai dengan perencanaan awal (1 motor dan 1 mobil pendukung saja). Bro Lay Tjhi Hoa bergabung dengan kami beberapa menit kemudian bersamaan dengan datang-nya Ditto, rekan-rekan lainnya menyusul. Setelah semuanya menyantap sarapan pagi yang mereka pesan, kami berpamitan dengan tuan rumah kami bro Eddy yang telah berbaik hati menemani saya dan team selama kunjungan kami di kota Medan. Bro Lay Tjhi Hoa bersedia menemani kami sampai perbatasan, dan akhirnya kami tancap gas menuju kota Banda Aceh.

10.45 – 15.00
Hujan rintik-rintik dan sekali-sekali besar masih mengiringi perjalanan saya ke kota Banda Aceh, pada akhirnya saya dan team sampai di perbatasan Sumatera Utara dan provinsi Aceh yang terletak di daerah Aceh Tamiang tepat pukul 13.45. Rupanya kami sudah ditunggu oleh patroli pengawalan dari Polres Aceh Tamiang atas arahan dari Dirlantas Polda Aceh, Kombes (Pol) Yudhi Faisal yang juga sahabat dari sahabat saya bro Yudi salah seorang simpatisan BMW Motorrad di Surabaya. Atas saran bro Yudi saya diminta untuk menghubungi bang Yudhi (kami sudah akrab walaupun hanya berkomunikasi melalui blackberry dan sekali-sekali percakapan dengan telpon seluler). Ternyata pengawalan yang diberikan oleh bang Yudhi sangat luar biasa, setiap melewati wilayah Polres setempat secara bergantian pengawalan tetap dilakukan. Saya nyaris menabrak se-ekor anak kambing dalam perjalanan panjang tersebut, memang perjalanan di wilayah provinsi Aceh harus berhati-hati dengan ternak seperti lembu dan kambing yang sering berhenti se-enaknya di tengah jalan (hangatnya aspal membuat mereka betah berlama-lama diatas aspal tersebut). Sampai pada akhirnya perut kami kelaparan dan meminta berhenti di kota Idi Rayeuk.

15.00 – 18.00
Kami makan siang di salah satu resto di kota Idi Rayeuk yang ternyata adalah basis pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebelum masa perdamaian dilaksanakan, rupanya daerah ini dahulunya adalah daerah yang rawan dan sering terjadi pergolakan antara GAM dan militer Indonesia. Setelah perut kenyang kami lanjutkan perjalanan menuju kota Banda Aceh dan menyempatkan berhenti sejenak untuk shalat Maghrib di kota Bireun bersama dengan para pengawal kami dari Polres setempat.

18.00 – 22.45
Dari Bireun kami lanjutkan perjalanan yang menyenangkan melewati jalanan yang sangat nyaman dari mulai perbatasan Aceh, rupanya jalan di wilayah Aceh sangat baik dibandingkan dengan beberapa jalan yang telah kami lewati di beberapa provinsi sebelumnya. Saya dapat rasakan hampir tidak ada lobang dan halusnya jalan membuat saya ingin tancap gas pol sampai Banda Aceh. Akhirnya kami sampai di perbatasan kota Banda Aceh dan disambut dengan 3 motor besar dari Ikatan Motor Besar Indonesia Aceh. Sesampainya di lokasi hotel The Pade tempat kami menginap, kami berkenalan dengan tuan rumah kami yaitu bro Fariz (yang ternyata juga sahabat dari teman-teman bikers saya di kota Bandung, bro Runa dari Freedom Gear MC). Bro Fariz juga ditemani oleh bro Irwansyah dan salah seorang anggota IMBI Aceh, karena perut sudah lapar kami segera minta bantuan sahabat-sahabat baru kami untuk mencarikan resto enak di sekitar kota Banda Aceh.

22.24 – 24.00
Kami dibawa ke resto Dan’s Shop untuk makan malam dan saya menyempatkan mencoba nasi goreng yang lumayan enak dengan segelas es jeruk. Rupanya team sudah sangat kelaparan dan menyantap semua pesanan dengan lahap, setelah selesai kami segera kembali ke hotel dan beristirahat karena besok jadwal yang cukup padat telah menanti kami bersama bintang tamu yang akan datang dari Jakarta, Cut Min

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s