Exploride di Pematang Siantar

Pematang Siantar, 15 Maret 2011 10.00 – 15.00 Hari ini team bangun sedikit siang, rupanya badan saya masih terasa letih akibat perjalanan semalam yang menyita waktu dan terlambat-nya masuk ke kota Pematang Siantar hingga dini hari. Setelah memesan sepiring nasi goreng kami segera mempersiapkan barang-barang bawaan kami untuk segera berangkat ke Brastagi, namun sebelum menuju Brastagi kami akan berwisata keliling kota Pematang Siantar untuk melihat ‘Betor Siantar’ dan ‘Roti Ganda’. Akhirnya kami check-out dari hotel Siantar dan segera berkeliling kota untuk mencari ‘Betor Siantar’, akhirnya kami bertemu dengan 2 orang pengemudi becak motor Siantar yang bernama bapak Supriadi dan bapak Warno. Kami pesan mereka berdua untuk liputan foto dan video. Karena hari sudah mulai siang, kami ajak mereka berdua untuk makan siang bersama di restoran Garuda. Saya sempatkan mencoba naik bacak motor Siantar yang di kemudikan oleh bapak Warno, setelah itu saya wawancara bapak Warno perihal becak motor yang kebanyakan menggunakan motor klasik dengan merk BSA yang berasal dari Inggris. Rupanya motor-motor tersebut buatan tahun 1952 dengan kapasitas mesin 350 cc, dibawa masuk ke Indonesia oleh para misionaris dan tentara NICA pada saat itu ke Indonesia. Jumlahnya ada ribuan dan sekarang hanya tinggal beberapa ratus saja, karena kebanyakan sudah dibeli oleh para kolektor motor antik di Jakarta. Sayangnya peraturan daerah yang melarang motor tersebut untuk keluar dari Pematang Siantar dan melestarikan motor tersebut tidak di pedulikan, karena siapa yang siap membayar lebih untuk motor antik tersebut maka dengan senang hati para pemilik motor tersebut akan melepas barang-nya dengan harga tertinggi. 24-10 24-9 24-8 15.00 – 17.50 Setelah makan siang dan puas mencari informasi seputar becak motor Siantar, kami semua berpamitan dengan bapak Supriadi dan bapak Warno serta mengucapkan terima kasih karena sudah mau menemani team Indonesia Exploride berbagi informasi. Kami lanjutkan perjalanan menuju ke kota Pematang Siantar dan mencari toko roti ‘Ganda’ yang terkenal dengan roti tawar isi srikaya dan coklat, sesampainya di toko tersebut saya cukup tercengang menyaksikan betapa ramainya toko tersebut. Ternyata cara menjual roti tersebut cukup unik dan sederhana, roti tawar yang masih padat dibelah menjadi 2 bagian dengan tambahan pesanan isi srikaya atau coklat. Saya dan Ditto memesan 2 roti srikaya dan 2 roti coklat untuk bekal perjalanan kami nanti. Karena penasaran, saya cicipi rasa srikaya yang ternyata memang enak. Saya yakin roti ini akan habis sebelum saya sempat menyentuhnya untuk kedua kali. 24-7 24-6 Setelah itu kami menuju ke rumah saudara dari Executive Producer kami Edo Sitanggang, rupanya Edo berkeinginan untuk ziarah ke makam kakek-nya. Kami semua menemani Edo untuk mewujudkan niatnya, setelah itu kami tancap gas dan langsung menuju kota Parapat dan segera menyeberang ke pulau Samosir. Pemandangan menuju kota Parapat sangat indah, habitat kera liar serta pemandangan Danau Toba di sore hari membuat saya ingin berhenti dan foto-foto sejenak. Setelah puas akhirnya kami semua menuju Polsek Parapat untuk bertemu dengan AKP Tarzan (Kapolsek Parapat) yang akan membantu team mengurus penyeberangan motor dan mobil kami menuju pulau Samosir. Kami disambut oleh anak buah bapak Tarzan yaitu bapak Imam, karena secara mendadak bapak Tarzan dipanggil rapat ke Medan. 24-5 24-4 24-3 24-2 24-1 17.50 – 23.00 Kami menunggu di Polsek Parapat dan memutuskan merubah strategi penyeberangan, akhirnya team menyeberang terlebih dahulu sedangkan motor dan mobil akan diseberangkan sesuai jadwal yaitu jam 20.30. Kami berangkat dengan menggunakan kapal ferry tradisional sekitar jam 19.40 dan tiba di pelabuhan Tomok pulau Samosir sekitar jam 20.20. Negosiasi hebat terjadi antara kami dengan penduduk lokal soal sewa kendaraan yang akan kami pergunakan menuju Samosir Cottage yang terletak di wilayah Tuk-Tuk tempat sahabat Mayk Wongkar (Project Manager) bekerja. Akhirnya kami mendapatkan harga sewa yang pantas dan segera menuju ke Samosir Cottage. Kami diperkenalkan kepada Mr. Bloom sahabat Mayk yang pernah sama-sama berkelana di pulau Bali beberapa tahun yang lalu. Saya senang dengan suasana di Tuk-Tuk, disamping banyak turis asing dari berbagai negara suasananya hampir mirip dengan pulau Bali. Setelah check-in saya dan beberapa anggota team menjemput motor dan mobil yang datang belakangan dan segera kembali ke hotel, pada saat saya kembali ternyata saya melihat ada sebuah motor Honda Adventure 400 cc dengan plat nomer Eropa. Cukup penasaran, saya meminta Lia untuk mengecek siapa pemilik motor tersebut. Karena hari sudah larut, saya putuskan untuk beristirahat dan mempersiapkan kondisi fisik dan mental untuk perjalanan ke-esokan harinya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s