Exploride di Sabang

Sabang, 25 April 2011

06.00 – 08.00
Hujan rintik-rintik membasahi kota Sabang, rupanya perjalanan balik menuju Banda Aceh akan diguyur hujan yang permanen. Saya bangun agak pagi kali ini untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum kami berangkat menuju pelabuhan Balohan. Setelah makan pagi dengan sepiring nasi goreng serta teh hangat, akhirnya kami check-out dari Guest House Sabang dan segera bergegas menuju pelabuhan. Hujan belum berhenti juga sampai pada saat kami berangkat, perjalanan menuju pelabuhan Balohan kami tempuh dalam waktu 15 menit dan tepat waktu naik kapal bagi kendaraan kami. Tidak sepertinya kami harus menunggu lama untuk kendaraan dapat naik ke atas kapal atas bantuan teman-teman dari IMBI Sabang. Tepat pukul 08.00 kapal meninggalkan pelabuhan Balohan menuju pelabuhan Ulele, Aceh.

08.00 – 09.45
Perjalanan di atas kapal ferry menuju Banda Aceh lebih cepat dari yang kami perkirakan, namun setibanya di pelabuhan Ulele kembali hujan deras menerpa team Indonesia Exploride. Dengan berat hati saya tetap memutuskan turun dari kapal untuk segera melanjutkan perjalanan menuju Sibolga dalam rangka menyeberang ke pulau Nias via Tapak Tuan.

09.45 – 15.20
Perjalanan menuju Sibolga melalui lintas barat adalah perjalanan yang jauh dan melelahkan, kondisi jalan rusak serta putusnya beberapa jembatan penghubung akibat tsunami menjadi salah satu kendala yang akan kami lewati. Ada kejutan dalam perjalanan kali ini, rupanya bro Iskandar dari IMBI Aceh menepati janjinya untuk menemani saya sampai dengan Tapak Tuan. Bro Iskandar sudah menunggu di pintu gerbang pelabuhan Ulele walaupun kondisi cuaca sangat mem-prihatinkan, kondisi perjalanan awal masih menyenangkan karena kondisi aspal Aceh yang terbilang baik. Namun sebelum tiba di Calang, kondisi jalan dan cuaca yang masih belum berpihak kepada kami membuat perjalanan ini terasa extreme. Beberapa kali kami melewati kondisi tanah yang becek setelah hujan, bahkan kemacetan di jalan sempit yang berbukit dengan kondisi jalan yang kondisi-nya lebih jelek. Kami bahkan menyeberangi jembatan yang putus hanya dengan sampan sederhana yang dibuat oleh masyarakat setempat untuk menyeberangkan kendaraan yang lewat. Akhirnya kami tiba di kota Calang dan beristirahat sambil menikmati makan siang. Sekali lagi kami masih diguyur hujan di kota Calang.

15.20 – 23.00
Setelah puas dengan makan siang di kota Calang, kami teruskan perjalanan menuju kota Tapak Tuan dimana kami menjadwalkan untuk menginap karena perjalanan ke Sibolga masih relatif jauh. Seperti biasa hujan masih menerpa kami sampai Tapak Tuan, hanya sekali-sekali berhenti dan setelahnya hujan lagi. Ada satu hal yang saya senangi dalam perjalanan ini, pemandangan lintas barat sangat spektakuler. Pantai yang indah dapat kita nikmati sepanjang Meulaboh dan pada akhirnya kami sampai di kota Tapak Tuan dan mencoba mencari penginapan sederhana agar kami bisa menginap. Akhirnya kami memilih losmen Rahmat untuk beristirahat, ketika kami sampai di loemen tersebut ada beberapa motor Yamaha Mio mendekati kami dan ingin berkenalan. Rupanya para anggota dan ketua umum Yamaha Mio Club Tapak Tuan menyambut kami dengan hangat di kota-nya, akhirnya kami ajak mereka untuk makan malam di salah satu restoran yang terletak dekat dengan losmen tersebut. Setelah makan malam, kami kembali ke losmen dan berpisah dengan sahabat-sahabat baru kami untuk segera beristirahat karene besok masih harus melewati rute yang panjang menuju Sibolga.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s