Exploride di Bengkulu2

Bengkulu, 9 April 2011

04.00 – 06.00
Semangat besar ada di seluruh team Indonesia Exploride karena lusa kami dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Jakarta selama sepekan sebelum melanjutkan eksplorasi budaya dan pariwisata ke pulau Kalimantan, namun sebelumnya kami harus melanjutkan perjalanan kami kembali ke Jakarta via Krui – Lampung. Kami bangun lebih pagi karena perjalanan panjang akan kami tempuh hari ini, setelah barang-barang kami kemas dan masukkan kedalam motor dan mobil. Team segera meninggalkan Bengkulu menuju Lampung via Krui dengan panduan GPS tentunya.

06.00 – 10.30
Perjalanan dari Bengkulu menuju Lampung via Krui kami estimasikan dapat ditempuh selama 16 jam, hitungan tersebut sudah kami kalkulasikan termasuk beberapa rencana berhenti untuk makan siang dan malam serta kesempatan untuk mengambil beberapa dokumentasi foto dan video. Pemberhentian awal sebelum mencapai Krui saya tempuh dengan sedikit masalah cuaca, dimana hujan mendera selama perjalanan dan membuat semua jaket dan pakaian basah kuyup. Saya berhenti di kota kecil Manna untuk makan pagi dan berganti pakaian serta sepatu yang sudah basah separuh perjalanan. Kami semua makan pagi di sebuah warung nasi khas Sunda yang bersih serta makanan siap saji yang enak dan segar. Setelah badan cukup dan kering serta perut sudah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Lampung via Krui.

10.30 – 14.30
Kali ini perjalanan terasa indah, pemandangan laut yang mempesona di sekitar Krui membuat kami ingin selalu berhenti dan mengambil gambar. Team yang berada di dalam kendaraan juga sudah berhenti berkali-kali untuk mengambil gambar dan keindahan pantai Krui. Namun kondisi jalan si sekitar pesisir pantai Krui memang tidak semuanya bagus, jalan yang berkelok serta curam juga menjadi perhatian saya untuk lebih berhati-hati. Akhirnya saya berhenti lebih dahulu di rumah makan Ceria, sebuah rumah makan yang menyediakan menu siap saji yang lumayan enak.

14.30 – 15.15
Saya menyempatkan berinteraksi dengan pemilik warung secara kebetulan juga seorang penggemar sepeda motor, dia bercerita bahwa pasangan suami istri dari Prancis yang mengendarai motor seperti saya pernah mampir ke rumah makan miliknya, ternyata pasangan tersebut adalah sahabat baru saya Yves dan Francoise yang bertemu di pulau Samosir beberapa waktu yang lalu. Selang beberapa menit kemudian mobil datang dan akhirnya kami menikmati makan siang bersama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lampung.

15.15 – 21.45
Perjalanan kami lanjutkan, kali ini saya menunggu mobil dan mengikuti sampai batas akhir Krui dan mulai berpisah ketika memasuki taman nasional Bukit Barisan selatan yang sepi dan cukup menyeramkan ketika kita berada sendirian di atas sadel motor. Perasaan yang penuh was-was serta rasa takut akan terjadi sesuatu di lokasi taman nasional tersebut membuat saya memacu motor dengan lebih cepat lagi, saya tidak ingin kejadian di Lurah Berangin menimpa saya kembali, akhirnya saya dapat keluar dari taman nasional Bukit Barisan dengan selamat. Berhenti sejenak di sebuah SPBU untuk mengisi bahan bakar ‘Si Putih’ akhirnya saya lanjutkan perjalanan, rupanya banyak sekali pemeriksaan Polisi setempat sebelum memasuki kota Lampung. Namun, saya berhasil menghindari beberapa kali pemeriksaan dan dipersilahkan oleh Polisi setempat untuk melanjutkan perjalanan saya.

21.45 – 23.00
Akhirnya saya memasuki kota Lampung dan mencari hotel Arinas yang akan menjadi tempat persinggahan terakhir kami di pulau Sumatera sebelum kembali ke Jakarta. Segera saya mengurus administrasi dengan pihak hotel dan memastikan konfirmasi atas 3 kamar yang dipesan oleh team kami di Jakarta. Setelah masuk kamar dan memesan santap malam melalui room service, secara tiba-tiba saya menerima telpon dari pak Cecep kalau mobil diberhentikan di batas kota oleh Polisi karena surat-surat kurang lengkap (secara tidak sengaja semua surat-surat kendaraan terbawa oleh Lia ke Jakarta). Saya hanya meminta agar team cukup tenang dalam menghadapi masalah ini dan dapat menyelesaikan-nya dengan pihak berwajib dan keluar dengan solusi yang terbaik. Selang beberapa jam kemudian Ditto dan teman-teman tiba di hotel, mereka menceritakan kejadian seru seputar masalah mereka di batas kota. Saya bersyukur pada akhirnya team dibantu oleh Polisi yang baik dan dapat diperbolehkan meneruskan perjalanan walaupun dengan surat-surat yang kurang lengkap. Akhirnya kami semua kembali ke peraduan dan beristirahat

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s