Exploride di Sibolga

Sibolga, 30 Maret 2011

04.00 – 06.15
Tidak terasa KM Belanak yang kami tumpangi berjalan dengan cepat, estimasi kedatangan kami di pelabuhan Sibolga diperkirakan sampai pada pukul 06.00. Saya membangunkan Ditto yang masih terlelap walau alarm kami sudah berbunyi berkali-kali, kami segera mempersiapkan barang-barang bawaan kami dan turun ke haluan kapal untuk bersiap-siap turun dari kapal. Akhirnya kapal ferry roro KM Belanak yang kami tumpangi sandar di Sibolga tepat pukul 06.15, kami segera tancap gas dari Sibolga ke kota Bukit Tinggi via Tarutung – Natal Mandailing – Rao – Panti – Lubuk Sikaping.

06.15 – 10.30
Rupanya perjalanan dari Sibolga ke Padang Sidempuan cukup sulit, disamping jalan-nya yang terjal dan sempit, terowongan di perbukitan dengan cuaca yang masih kurang (hujan) bersahabat menambah rumitnya perjalanan. Namun, pemandangan dalam perjalanan tersebut sangatlah indah. Disamping dapat melihat indahnya pesisir pantai, jalan berbukit serta suasana alam dan pemandangan yang indah layaknya di pegunungan Alpen. Sebelum Tarutung, kami semua berhenti di sebuah rumah makan khas Padang Ridho kembar dan sarapan pagi sebelum melanjutkan perjalanan yang terbilang jauh dan ekstrim ini.

10.30 – 15.00
Saya coba menggali informasi dengan pemilik rumah makan, ternyata jalur yang kami lalui adalah jalur yang salah dan jaraknya lebih jauh karena memutar. Seharusnya kami mengambil jalur Sibolga – Tarutung yang bisa menghemat 6 jam perjalanan, namun apa daya kami sudah seperempat jalan. Selesai sarapan kami memutuskan untuk tetap menggunakan jalur yang sama dan melanjutkan perjalanan, saya tancap gas terlebih dahulu dan berhenti di Padang Sidempuan untuk makan siang di sebuah rumah makan yang teerletak di perbatasan kota menuju propinsi Sumatra Barat. Saya coba menghubungi team melalui telpon selular karena menerima SMS dari mereka yang memberitahukan kalau mobil mendapatkan masalah lagi, yaitu ban pecah di daerah Pahae – Sigumpulon sejak jam 13.00. Mereka baru akan menerima ban pengganti sekitar jam 17.00, melihat permasalahan tersebut maka saya segera putuskan untuk berjalan sendirian menuju kota Bukit Tinggi dan tidak mungkin menunggu mereka sampai 4 jam lagi.

15.00 – 20.00
Dengan berat hati saya-pun meninggalkan team yang berada di mobil dan berharap mereka dapat menyelesaikan masalah pecah ban untuk yang kedua kalinya tersebut. Akhirnya setelah makan siang dan selesai ber-komunikasi dengan team mobil, saya melanjutkan perjalanan menuju Bukit Tinggi seorang diri. Perjalanan yang penuh dengan pemandangan yang luar biasa indahnya, sayang-nya mobil tidak ada di belakang saya untuk dapat mengambil beberapa dokumentasi gambar maupun video seperti biasa. Tidak terasa waktu berjalan cukup cepat dan saya sudah memasuki wilayah propinsi Sumatra Barat, tepat pukul 19.00 saya berada di kota Lubuk Sikaping dan berhenti untuk makan malam. Sedikit berbeda kali ini, saya berhenti di sebuah rumah makan Pekalongan yang menjual Siomay dan Batagor khas Jawa Barat. Rupanya ada perbedaan di sini, batagor yang saya pesan adalah kombinasi bakso, mie kuning, tahu goreng dan sayatan sayur dengan saus kacang. Walaupun berbeda, namun rasa tetap enak dan saya habiskan karena lapar.

20.00 – 22.00
Puas dengan santapan Batagor Pekalongan tersebut, saya melanjutkan perjalanan karena hari sudah semakin larut malam. Saya khawatir saya akan mengantuk dalam perjalanan, apalagi cuaca masih hujan rintik-rintik terlebih lagi setelah makan malam dimana rasa kantuk dapat lebih menyerang kita sesudah makan. Dalam pertengahan jalan saya sedikit ragu dengan GPS yang saya baca karena jalan bercabang dua, akhirnya saya berhenti dan bertanya kepada seorang tukang bakso yang kebetulan sedang menjajakan bakso-nya. Dengan sopan bapak tersebut memberitahukan saya, bahwa jalan yang saya ambil sudah benar namun saya harus berhati-hati karena jalan berkelak kelok dan rawan kecelakaan. Tanpa rasa apapun saya kembali meneruskan perjalanan, memang betul kata bapak tersebut. Jalan yang sepi dan berkelok membuat saya harus ekstra hati-hati. Sekitar 1 jam perjalanan dari Lubuk Sikaping, tepatnya di daerah Lurah Berangin saya benar-benar dikejutkan dengan hal yang berbau ghaib. Baru kali ini saya melihat makhluk halus ketika hendak melewati sebuah tikungan tajam di sekitar lokasi tersebut, merinding bulu kuduk saya kalau mengingat peristiwa tersebut. Seorang pria dengan muka tertutupi oleh rambut, darah disekujur tubuhnya dengan tangan yang seperti patah berdiri di sisi kanan jalan, sebelum tikungan tajam. Berdetak jantung saya ketika melihat fenomena tersebut, setelah membacakan beberapa doa dan mencoba tenang saya tetap tancap gas walaupun hanya seorang diri ketika melewati daerah tersebut. Akhirnya, saya melihat sebuah mobil dan saya coba menempel di belakang-nya sampai pada akhirnya saya tiba di kota Bukit Tinggi.

22.00 – 23.00
Setelah saya tiba di hotel Indria Bukit Tinggi, saya segera mandi dan mencoba beristirahat dan masih terkenang dengan kejadian yang aneh di Lurah Berangin. Seketika itu juga badan terasa merinding dan tiba-tiba saya meriang dan udara di sekitar hotel terasa sangat dingin. Mencoba berpikir positif, mungkin Sang Maha Pencipta mencoba mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati dalam perjalanan dan agar lebih awas dan tidak mengantuk dalam perjalanan. Memang pada saat itu, saya merasakan ngantuk yang berat karena cuaca yang dingin dan udara semilir yang membuat badan terasa mengantuk. Namun, apapun yang saya liat dan saksikan di Lurah Berangin membuat saya ingin mendoakan siapapun makhluk yang gentayangan tersebut agar jiwanya dikembalikan ke alam yang dijanjikan oleh Sang Maha Pencipta dan semua amal ibadahnya diterima olah Allah SWT. Amien ya rabbal alamin!

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s