Exploride di sungai penuh2

Sungai Penuh, 7 April 2011

06.00 – 10.15
Pagi yang cerah di Sungai Penuh dan tepat sekali untuk memulai perjalanan kami menuju kota Bengkulu. Rute yang akan kami lewati menuju Bengkulu adalah rute pesisir pantai selatan atau lintas barat Sumatra yang terkenal indah dengan pemandangan lautnya hampir di sepanjang perjalanan. Kota seperti Muko-Muko, Ipuh dan Lais akan kami lewati untuk sampai dapat di kota Bengkulu. Seperti biasa, saya berjalan sendirian di depan dan meninggalkan team yang berada di kendaraan untuk dapat menyusul saya di persinggahan awal yaitu kota Muko-Muko untuk sarapan pagi.

10.15 – 11.30
Saya berhenti di sebuah rumah makan mie ayam Jawa dengan penjual-nya yang juga asli dari Solo, sambil menunggu team kendaraan yang selang 30 menit dari saya. Setelah memesan semangkok mie ayam dengan pangsit goreng serta minuman dingin, saya santap makan pagi sambil istirahat di kota kecil Muko-Muko. Kemudian team yang di kendaraan tiba dan menyusul untuk memesan makanan karena saya yakin mereka sudah kelaparan sejak kami mulai perjalanan dari Sungai Penuh. Setelah kenyang dan cukup beristirahat, akhirnya kami lanjutkan perjalanan kami menuju kota Bengkulu yang menjadi persinggahan terakhir team Indonesia Exploride di pulau Sumatra

11.30 – 15.10
Rupanya perjalanan dari Muko-Muko cukup menantang, jalan-nya yang terkadang jelek melewati kebun kelapa sawit dengan sekali-sekali melewati kembali pesisir pantai serta beberapa lokasi jembatan yang masih belum selesai menjadi pemandangan yang lumrah. Saya bahkan melihat sebuah truk dengan muatan yang berat terguling akibat keteledoran sang pengemudi menyeberang di salah satu jembatan yang rusak. Mobil masih tertinggal jauh dari saya, makin terasa lapar ketika hari semakin siang. Akhirnya saya berhenti di sebuah rumah makan khas Minangkabau yaitu Sederhana Bintaro yang terletak di daerah Putri Hijau. Saya mencoba menunggu team yang ternyata masih jauh di belakang saya, setelah kenyang akhirnya saya meninggalkan team untuk berangkat ke Bengkulu dan berharap bisa tiba di batas kota sebelum malam.

15.10 – 18.40
Perjalanan menuju Bengkulu kali ini menempuh tantangan lain-nya, ternyata banyak truk-truk pengangkut hasil kelapa sawit serta komoditas lain yang keluar dan masuk menuju Bengkulu pada jam-jam ini. Saya berjuang dengan sabar untuk melewati iring-iringan truk tersebut dan bersyukur sudah tiba dan masuk di kota Bengkulu setelah Maghrib dan pada akhirnya tiba di lokasi hotel Samudera Dwinka yang memberikan team akomodasi selama kunjungan di kote tersebut. Saya segera check-in dan mencari makan malam di sekitar hotel karena perut sudah terasa lapar, akhirnya saya putuskan untuk memesan makanan untuk dibawa dan dimakan di kamar bersama Ditto. Selang beberapa menit kemudian team yang berada di mobil tiba di hotel.

18.40 – 22.00
Setelah makan malam, saya kembali membuat jurnal dan segera istirahat sementara Ditto masih mencoba meng-edit beberapa hasil fotonya untuk segera di upload ke dalam web kami. Rupanya badan saya sudah tidak kuat lagi dan tertidur meninggalkan Ditto dengan pekerjaan-nya yang saya lihat masih perlu waktu yang lama untuk menyelesaikan-nya

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s